Powered By Blogger

Jumat, 27 November 2009

"Teman adalah hadiah yang dari atas buat kita!"

Seperti hadiah, ada yang bungkusnya bagus dan ada yang bungkusnya jelek. Yang bungkus bagus, punya wajah rupawan atau kepribadian yang menarik. Yang bungkusnya jelek, punya wajah biasa dan kepribadian yang biasa saja... atau menjengkelkan. Seperti hadiah, ada yang isinya bagus ada yang isinya jelek. Yang isinya bagus, punya jiwa yang begitu indah sehingga kita terpukau ketika berbagi rasa denganya, ketika kita tahan menghabiskan waktu berjam-jam, saling bercerita dan menghibur, menangis bersama dan tertawa bersama. Kita mencintai dia dan dia mencintai kita. Yang isinya buruk punya jiwa yang terluka. Begitu dalam luka-lukanya sehingga jiwanya tidak mampu lagi mencintai, justru karna ia tidak merasakan cinta dalm hidupnya. Sayangnya yang kita tangkap darinya seringkali justru sikap penolakan, dendam, kebencian, iri hati, kesombongan, amarah dan lainya. Kita tidak suka dengan jiwa-jiwa semacam ini dan mencoba hindar dari mereka. Kita tidak tahu bahwa itu semua bukanlah karena mereka dasarnya buruk, tetapi ketidakmampuan jiwanya memberikan cintakarena justru ia membutuhkan cinta kita, membutuhkan empati kita, kesabaran dan keberanian kita untuk mendengarkan luka-luka terdalam yang memasung jiwanya. Bagaimana bisa kita mengharapkan seseorang yang terluka lututnya berlari bersama kita? Bagaimana bisa kita mengajak seseorang yang takut air berenang bersama? Luka di lututnya dan ketakutan terhadap airlah yang mesti di sembuhkan bukan mencaci mereka karena meraka tidak mau berlari dan berenang bersama kita. Mereka tidak akan bilang bahwa "lutut" mereka luka atau mereka "takut air", mereka akan bilang bahwa mereka tidak suka berlari atau mereka akan bilang berenang itu membosankan.Itulah cara mereka mempertahankan diri. Mereka akan bilang: "Menari itu tidak menarik" "Tidak ada yang cocok denganku!" "Teman-temanku sudah lulus semua" "Aku ini buruk, siapa yang bakal tahan denganku?" "Kisah hidupku membosankan!" Mereka tidak akan bilang: "Aku tidak bisa menari" "Aku membutuhkan kamu!" "Aku kesepian." "Aku butuh diterima" "Aku ingin didengarkan." Mereka semua hadiah buat kita. Entah bungkusnya bagus atau jelek,entah isinya bagus atau jelek. Dan jangan tertipu oleh kemasan. Hanya ketika kita bertemu jiwa dengan jiwa. kita tahu sesungguhnya yang sudah dipersiapkanNya buat kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar