Jumat, 27 November 2009
"Pujian yang membangkitkan semagat"
Seorang pejabat pemerintah yang berpangkat tinggi bernama Leou Bei, yang juga seorang sarjana terkenal dalam kesusastraan klasik, diturunkan pangkatnya menjadi mayor dan di tugaskan kedaerah terpencil dan tandus, dimana orang tinggal berdampingan dengan penduduk asli.Kebudayaan dan tingkat kehidupan penduduk asli benar-benar berbeda dan sangat primitif.
Suatu hari, putra kepala suku setempat, yang selama empat tahun mengabdi dirinya untuk mempelajari kesusatraan, meski berprestasi sedang-sedang saja, dengan rendah hati bertandang ke kediaman Leou Bei dan menyajikan beberapa karya terbaiknya. Dia meminta pendapat sang mayor. Seraya membaca setiap karya dengan seksama, mayor baru ini jelas-jelas tampak puas. Pertama-tama dia memuji tnggi-tinggi artikel yang bias-biasa saja itu dan kemudian memberikan beberapa saran yang membangun. Dengan Rasa hormat yang dalam, sang tamu secara antusias bertrimah kasih kepada si mayor dan pulang.
Salah seorang asisten mayor itu yang sedang berdiri di dekatnya dan melihat karya-karya itu, mengetahui kalau pujian itu tdak selyaknya diberikan. Karena merasa penasaran, dengan sopan ia bertanya, "Tuan, saya tidak mengerti. Jika boleh saya bertanya, mengapa Anda tidak memberikan pendapat Anda yang sebenarnya mengenai karya-karya kelas tiga tersebut?"
"Kamu tahu, "Tuan itu terdiam, merenung sejenak, dan kemudian menjawab dengan tenang" ini adalah daerah yang kurang berkembang. Kita tidak seharusnya menggunakan ukuran kesusastraan kita yang cukup maju untuk mengukur kemampuan mereka. Kita harus menilai mereka menurut situasi mereka dan yang sepantasnya. Anak muda itu, yang ayahnya seorang kepala suku yang buta huruf, telah belajar sangat keras tanpa bantuan seorang guru. Dia menunjukkan keberanian untuk bertemu dengan saya dan melihat artikel-artikelnya. Saya tidak seharusnya membuatnya kecewa. Setelah menerima komentar-komentar yang mendukung, ia akan dengan tekun mengikuti saran-saran saya. Teman-teman sebayanya akan terkesan dan mengikutinya. Saya harus mendorongnya untuk tetap terus mempelajari kebudayaan kita, yang akan menguntungkan bagi dirinya sendiri maupun negaranya. Pendidikan dapat memperluas wawasan, mengurangi salah komunikasi dan menghindarkan masalah-masalah masa depan. Sebagai konsekuensinya, ini akan melenyapkan tingkat perselisihan dan konflik antara pendatang baru dan pendudk asli. Dalam jangka panjang hal ini secara positif akan penting bagi ketentraman dinasti kita. Mengapa saya harus bertingkah dan mengecam secara keras jika tidak ada ruginya bagi saya untuk memberikan beberapan pujian yang layak untuk di terima?"
Asisten mayor itu benar-benar berkesan dengan wawasan tuannya.
"SARAN-SARAN AKAN DITERIMA SECARA LEBIH BAIK JIKA DIDAHULUI DENGAN PUJIAN-PUJIAN YANG BERSIFAT UMUM, DARIPADA KRITIKAN YANG BERMAKSUD BAIK, YANG DAPAT MENYINGGUNG ATAUMENGECILKAN ORANG LAIN.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar