Jumat, 27 November 2009
"Berapa Besar Bobot Sebuah Doa"
Louise Redden, seorang ibu kumuh dengan baju kumal, masuk ke dalam sebuah supermarket. Dengan sangat terbata-bata tapi dengan bahasa yang sopan ia memohon agar diperbolehkan mengutang. Ia memberitahukan bahwa suaminya sedang sakit dan sudah minggu tidak berkerja. Ia memepunyai tujuh seorang anak yang sangat memebutuhkan makanan. Tapi John Longhouse, si pemilik supermarket, mengusir dia keluar. Smabil perlahan-lahan berjalan keluar, si ibu terus menceritakan tentang keluarganya. " Tolonglah, pak, saya janji stelah saya mempunyai uang saya akan bayar". Jhon Longhouse tetap tidak mengabulkan permohonannya tersebut. "Anda tidak mempunyai kartu kredit, anda tidak mempunyai garansi," alasanya.
Didekat counter pembayaran, ada seorang pelanggan lain, yang dari awal mendengarkan percakapan tadi. Dia mendekati keduanya dan berkata: "Saya akan membayar semua yang di perlukan ibu ini." Karena ia malu si pemilih toko akhirnya mengatakan , tidak perlu, pak. Saya sendiri akan memberikannya dengan gratis. Baiklah,.... mana daftar belanjaan ibu?" "Ya pak. "Ini.." kata ibu itu sambil menunjukan sesobek kertas kumal ditanganya. "Letakanlah daftar belajaan anda di dalam timbangan, dan saya akan memberikan gratis belanjaan anda sesuai berat timbangan tersebut".
Dengan sangat ragu-ragu dan setengah putus asa, Lousie menudukan kepala sebentar, lalu menuliskan sesuatu pada kertas kumal tersebut. Dengan kepala tetap tertunduk, diletakankan kertas itu ke dalam timbangan. Mata si pemilik toko terbelalak melihat jarum timbangan dengan cepat ke bawah. Ia menatap pelanggan yang tadi menwarkan si ibu sambil berucap kecil, "Aku tidak percaya pada yang kulihat". Si pelanggan baik hati itu hanya tersenyum. Lalu, si ibu kumaL itu mengmbil barang-barang yang di perlukan, dan disaksikan pelanggan baik hati tadi menaruh belanjaan tersebut pada sisi timbangan yang lain. Jarum timbangan tidak kunjung berimbang, sehingga si ibu itu mengambil barang-barang keperluanya dan si pemilik toko terus menumpukanya pada timbangan, hingga tidak muat lagi.
Si pemilik toko sangat jengkel tapi tidak dapat berbuat apa-apa. Karena tidak tahan si pemilik toko diam-diam mengambil sobekan kertas dari daftar belanja si ibu kumal tadi. Dan ia pun terbelalak. Diatas kertas kumal itu tertulis sebuah doa pendek:
"Tuahn, Engkau tahu apa yang hamba perlukan. Hamba menyerahkan segalanya kedalam tanganMu".
Si pemilik toko terdiam. Si ibu, Louise bertrimahkasih kepadanya dan meninggalkan toko dengan belanjaan gratisnya. Si pelanggan baik hati itu bahkan memberikan selembar uang 50 dollar kepadanya. Si pemilik toko mencek dan menemukan bahwa timbangan yang di pakai tersebut rusak. Hanya Tuhan yang tahu bobot sebuah doa!
Berdoalah!
Segera setelah anda membaca cerita ini, ucapkalah sebuah doa.
Hanya itu saja.Stop perkerjaan anda sekarang juga dan ucapkan sebua doa bagi orang-orang yang saat ini sangat membutuhkan pertolongan Tuhan untuk kehidupan mereka.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar