Jumat, 27 November 2009
"Allah segala Bangsa"
Tak ada seorangpun yang tahu Alllah itu berkewarganegaraan apa? Allh itu apakah madura... Batak... Ngawi.. Timor-timor.. Mesir.. Arab.. Cimahi..., tak ada seorangpun yang tahu!!! Tapi ada satu hal yang dapat kita ketahui bersama yaitu Allah itu kasih adanya dan Ia menyukai keanekaragaman. Maka tak heran bila Ia menciptakan bunglon,kecoa,rumput,lumpia,tape,getuk......termasuk kita manusia(Jaw,Madura,Batak,Cina,Bugis,dll). Ia menyukai setiap perbedaan, maka Ia menciptakan timur dan barat. Manis dan Pahit.Tangis dan tawa. Kulit hitam dan kulit putih. Ia amat menyukai semuanya, tanpa terkeculi dan pilih kasih. Itulah sebabnyadi dalam agama dan doa serta di dalam tempat ibadah tak ada boleh perbedaan warna, status sosial, pangkat, jabatan dan sebagainya. Semuanya sama, menyewmbah Allah yang satu dan yang hidup.
Maka amat mengherankan sekali bila ada orang yang suka mengatakan bahkan membedakan Ras (pribumi dan non pribumi). Kaya dan miskin. Pemimpin cabangdan Office Boy/Girl. Lucu sekali khan! Di dalam doa kepada Allah yang sama mereka bersatu dan saling tersenyum, tapi begitu keluar dari tempat ibadah... mereka saling menjauh dan membenci. Itulah sifat kita??? Rasanya amat munbafik sekali bila kita mengaku memiliki Allah tapi kita saling membenci,membedakan suku/ras/keturunan,menjarah,memperkosa,bahkan memeras sesama kita. Apakah peran Allah sebagai pemersatu hanya berlaku didalam tempat ibadah saja?
Ada peribahasa yang mengatakan bahwa buah jatuh tak akan jauh dari pohonnya! Sifat kita juga tak boleh jauh dari sifat Allah, karena kita adalah anak-anakNya. Apakah sifah Allah itu suka membenci, membedakan ras, menjarah, korupsi, kolusi, dst??? Bagaimana orangbisa bertobat, nengenal Allah kita dan masuk ke dalam agama kita bila tingkah laku kita amat menjijikan? Kita bela agama kita bila ada seseorang yang melecehkan agama kita, tapi di sisi lain perbuatan, pembicaraan dan pokiran kita sendiri kadangmelecehkan dan membuat malu Allah kita. Amat menjijikan perbutan kita...
Bila ada seseorang misalkan bernama Chelelekan beragama "X" dan kita tahu bahwa 'allah' dan agamanya itu tidak ada dan tidak benar, maka lucu sekali bila kita membenci, menjuhi, membakar temapat ibadahnya ataupun menjarah keluarganya. Si Chelelekan pasti tak akan mau bertobat dan mengikuti ALLAH KITA. Gimana dia mau memeluk agama kita, sedangkan kita sendiri bertingkah laku seperti orang kafir/barbar? Seharusnya kita dekati dan ajak dia bergaul dengan kita. Dengan melihat tingkah laku, seyum, tawa, kasih, bahkan ketegaran dalam menghadapi tantangan hidup, Chelelekan pasti akan heran dan akhirnya mau mengenal Allah kita. Perbuatan dan kasih nyata kita jauh lebih berarti di banding ribuan kata kotbah yang kita lontarkan!!
Marilah kita tunjukan kepada orang-orang di sekeliling kita, bahwa Dia ada Allah yang hidup. Yang mau mengerti akan penderitaan kita dan terlebih isi hati kita. Untuk itu jangan mempermalukan Allah kita. Sikap dan tingkah laku menggambarkan 'gambaran/bayangan' dari Allah yang kita miliki. Orang tahu siapa Allah kita dan hidup kita. Sekali lagi, jangan permalukan Dia!! Jangan mempermalukan Dia!! A.M.IN.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar