Powered By Blogger

Jumat, 27 November 2009

"Ayahku yang terbaik"

Apa yang bisa menjadikan seorang ayah yang berhasil? Apa saja faktor-faktornya? Untuk mendapatkan beberapa jawaban, mari kita melihat renungan seorang anak muda tentang ayahnya sendiri. Pria muda ini percaya bahwa ayahnya adlah teladan yang sangat baik tentang apa yang dituntut dan di inginkan Tuhan dari seorang ayah. Ini katanya: Ketika saya menelusuri masa kanak-kanak, saya mencoba mengingat-ingat apa kuncinya yang membuat ayah saya menjadi ayah dan suami yang berhasil. Dan dari teladan ayah saya, saya melihat beberapa kunci yang saya percaya bisa membantu semua ayah untuk memebesarkan anak-anaknya yang berhasil di mata Tuhan. 1. Ayah selalu bisa di temui. Sepanjang ingatan saya, Ayah selalu langsung menghentikan apa pun yang ia kerjakan untuk mejawab pertanyaan saya, atau untuk membantu memecahkan masalah saya. 2. Ayah berkorban untuk saya. Baru-baru ini saya mengetahui bahwa setiap hari, sejak say di lahirkan, ayah dan ibu saya belutut di samping tempat tidur mereka dan berdoa sendiri-sendiri bagi saya, juga bagi saudara-saudara saya. 3. Ayah adalah pria yang konstiten, yang memberi teladan yang kuat. 4. Ungkapkan kasih sayang Ayah membangun ikatan persahabatan yang langgeng. Ayah tidak pernah ragu-ragu mengulurkan tangan dan memeluk saya atau menepuk bahu saya. 5. Ayah saya memiliki istri yang mencintai dan memberi dorongan yang baik. 6. Ayah selalu mengharapkan yang terbaik dari saya. Ketika Ayah memberi saya perkerjaan atau tanggung jawab, ia selalu menganggap saya bisa menjalankannya sebaik saya bisa. 7. Ayah menyayangi saya apa adanya. Sejak saya bisa mengerti, dan itu ketika saya msih sangat kecil, orang tua saya selalu menunjukan bahwa mereka mencintai saya tanpa syarat. 8. Ayah selalu bangga akan saya. Ayah menggunakan setiap kesempatan untuk memeperkenalkan saya pada teman-teman rekan kerjanya. " Kenalkan anak saya, X," katanya. "kami bangga padanya, X,karena.... 9. Ayah menciptakan kenang-kenangan bagi saya. 10. Ayah saya belajar sejak awal di mana letak prioritas utamanya. Bicaralah dengan ayah saya tentang bisnisnya, dan ia akan dengan senang hati membicarakannya dengan Anda. Tapi tanyakan tentang keluarganya, maka matanya akan bersinar-sinar dan api akan berkobar dari dalam dirinya. Saya berdoa agar anak-anak saya, dan anak-anak Anda, suatu hari bisa mengatakan hal yang sama tentang mereka. "Hai, anakku, perhatikanlah perkataan ku... ...krena itulah yang menjadikan kehidupan bagi mereka yang mendapatkannya. (Amsal 4:20,22)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar