Jumat, 27 November 2009
"Iman itu Perbuatan"
Jhon Stott,penulis buku 'Isu-isu Global' pernah mengatakan, ' Kita tidak boleh hanya berdiskusi, menyusun rencana muluk-muluk, berdoa lalu habis perkara, seperti pendeta yang di mintai bantuan oleh seorang wanita malang yang tidak mempunyai tempat berteduh. Pendeta tersebut berjanji akan mendoakannya, namun tidak berdaya untuk membantunya.
Di kemudian hari wanita yang tidak mendapatkan bantuan nyata dari sang pendeta menulis puisi sperti berikut:
"Saya kelaparan..dan Anda membentuk kelompok diskusi untuk
membicarakan kelaparan saya.
Saya terpenjara.. dan Anda menyelinap di ruang doa untuk
berdoa bagi kebebasan saya.
Saya telanjang.. dan Anda memepertanyakan dalam hati
kelayakan penampilan saya.
Saya sakit.. dan Anda berlutut dan menaikan syukur kepada
ALLAH atas kesehatan Anda'
Saya tak mempunyai tempat berteduh.... dan Anda berkotbah
kepada saya tentang kasih ALLAH sebagai tempat berteduh
rohani.
Saya kesepian.. dan Anda meninggalkan saya sendirian untuk
berdoa bagi saya.Anda begitu kelihatan suci,begiti dekat dengan
ALLAH.... Tetapi saya tetap amat lapar dan kesepian dan
kedinginan.
Saudara, berbicara tentang yang baik memang mudah, tetapi yang di butuhkan adalah perbutan baik yang nyata. Banyak orang ingin menjadi suci dalam pikiran dan perkataan, tetapi sesungguhnya kesucian yang berkenan di hadapan Allah adalah jika kesucian itu di lengkapi oleh suatu perbutan yang nyata. Yesus dalam pelayananNya tidak hanya berbicara dan berkotbah, tetapi selalu berintikan pelayan nyata. Orang sakit disembuhkan, orang lapar di beri makan dan orang yang membutuhkan selalu deberi sesuai keperluannya. Yesus hidup dalam kasih dan bukan hanya mengkotbahkannya.
Banyak orang ingin menjadi pemberita injil, tapi sayang injil yang di beritakan hanya nikmat di telinga saja, sedangkan kesengsaraan manusia tetap berlanjut(demikian juga dengan Korupsi, Kolusi, Nepotisme). Bagi Yesus kotbahNya hanyalah introduksi,pengantar dan penjelasan awal bagi pendengarNya untuk masuk pada inti misi penyelamatan Tuhan yaitu melayani manusia secara jasmani dan rohani secara nyata. Tetapi sekarang ini, hamba-hamba Tuhan menjadikankotbah mereka inti segalanya dan perbutan nyatanya jika mereka 'tergerak' untuk melakukanya.
Yakobus sangat memahami apa artinya menjadi orang beriman karena itu ia menekankan agar iman itu harus disertai dengan perbuatan. Jika tidak,iman itu sia-sia. Jangan kita menjadi orang bebal, tapi jadilah seperti Abraham dan Rahab yang berbuat berdasarkan iman!
(Yakobus 2 : 14 - 26)
"Jika Anda memberitakan Injil di dalam segala aspek dengan pengecualian terhadap masalah-masalh secara spesifik berkaitan dengan masa di mana Anda hidup--- sesungguhnya Anda sama sekali tidak memberitakan injil"
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar