Powered By Blogger

Senin, 30 November 2009

"Selalu Bersyukur"

1 Tawarikh 16:34 – Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

Mazmur 9:2 - Aku mau bersyukur kepada TUHAN dengan segenap hatiku, aku mau menceritakan segala perbuatan-Mu yang ajaib.

Tidak semua orang mampu mensyukuri apa yang mereka miliki. Betapa sering kita bersungut-sungut dan mempersalahkan Tuhan ketika doa-doa kita belum dikabulkan atau ketika kita tidak menerima sesuai yang kita minta. Bagaimanapun keadaannya, Tuhan mengingatkan kita untuk mengucap syukur senantiasa didalam segala perkara karena itulah yang dikehendaki Tuhan. Mengucap syukur dalam segala perkara berarti tidak hanya mengucap syukur dalam situasi-situasi yang menyenangkan saja, melainkan dalam setiap situasi, baik dalam keadaan senang maupun dalam keadaan susah. Mengapa? Seperti yang Tuhan janjikan bahwa Ia tidak akan pernah meninggalkan kita dan Ia turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia.

Ada kalanya Tuhan mengizinkan kita untuk mengalami situasi-situasi yang sangat tidak memungkinkan untuk mengucap syukur, tetapi sebenarnya kita akan selalu menemukan alasan untuk tetap mengucap syukur kepada Allah. Saya pernah membaca kalimat, “Jika engkau tidak memiliki apa yang engkau inginkan, mengucap syukurlah untuk sesuatu yang tidak engkau inginkan namun engkau memilikinya.” Lihatlah betapa banyak pemberian didalam hidup kita yang mungkin tidak pernah kita minta atau bahkan tidak kita inginkan, tetapi Tuhan mengaruniakannya. Kalau kita selalu membandingkan diri dengan orang lain, maka kita tidak akan sanggup bersyukur bahkan untuk perkara-perkara besar sekalipun.

Orang-orang yang menyadari bahwa mereka telah menerima banyak yang baik dari Tuhan dan meyakini bahwa kasih setia Tuhan tidak pernah berubah sekalipun sekeliling mereka berubah, merekalah yang dapat senantiasa mengucap syukur. Daripada bersungut-sungut dan menyesali diri, lebih baik bersyukur karena ada kekuatan didalam pengucapan syukur. Pernahkah kita merasakan bahwa semakin kita mengucap syukur, semakin kita merasa lega dan semakin kita bersungut-sungut semakin terasa berat beban kita?

Hari ini bagaimanapun keadaan Anda, kuatkanlah hati Anda untuk mengucap syukur kepada Tuhan dan percayalah kepadaNya dengan segenap hati. Kita mengucap syukur bukan agar hati Tuhan senang lalu Ia memberkati dan memberikan jalan keluar bagi kita, tetapi karena sudah sepatutnya kita mengucap syukur kepadaNya karena Ia setia dan baik.

Untuk membawa kita pada rencana agungNya, mungkin saja Allah memakai cara-cara yang tidak kita inginkan. Ketika kita menilai itu dari sudut pandang kita yang penuh keterbatasan, kita akan bersungut-sungtu dan tidak bersyukur. Tetapi cobalah memandang segala sesuatunya dari sudut pandang Allah, maka kita akan dimampukan untuk mengucap syukur dalam segala perkara.

DOA: Tuhan, mampukan aku untuk bersyukur senantiasa sekalipun aku menghadapi masa-masa yang sulit karena aku percaya bahwa ada kekuatan didalam pengucapan syukur. Dalam Nama Tuhan Yesus Kristus aku bersyukur. Amin.

Jumat, 27 November 2009

"Pria Kuat"

Ayat bacaan: Efesus 6:10 ===================== "Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya." pria kuat, kuat fisik, lemah rohaniAnda kenal Hulk Hogan? Sosok populer bertubuh besar penuh otot ini rasanya tidak asing lagi bagi kita. Ia membina karirnya baik di dunia WWE (dulu WWF: World Wrestling Federation) dan juga sebagai aktor film. Bagi penggemar wrestling yang sudah menonton sejak tahun 80an pasti ingat Hogan pernah dijuluki pria terkuat di dunia, terutama setelah ia berhasil mengangkat dan membanting Andre The Giant, pegulat bertubuh super besar dengan berat lebih dari 300 kg pada pagelaran Wrestlemania III. Meski pada waktu itu dikatakan beberapa bagian otot Hogan sempat terkoyak akibat mengangkat beban seberat itu, tetap saja keberhasilan itu membuatnya dijuluki pria terkuat di seantero dunia. Adalah kebanggaan besar bagi seorang pria jika ia diakui sebagai sosok yang kuat. Betapa kita para pria selalu membutuhkan suatu gambaran tentang kekuatan kita. Apakah di mata orang kita termasuk pria yang kuat atau tidak. Apakah dengan demikian kita semua harus membentuk otot-otot kita hingga membongkah seperti Hulk Hogan? Apakah agar diakui kuat kita harus menjadi pegulat, petinju dan sebagainya? Tentu tidak. Tapi kenyataannya ada begitu banyak pria yang menyalah-artikan defenisi mengenai kuat ini dengan terus memamerkan tenaganya, meski dengan cara yang salah. Mengancam orang lain, main pukul sembarangan, bahkan menjadi sosok monster di rumah. Mereka mengira bahwa dengan berlaku keras dan kasar di rumah mereka bisa mendapat pengakuan dari istri dan anak-anak mereka bahwa mereka adalah pria kuat. Mereka mengira bahwa jika istri dan anak gemetar ketakutan bahkan ketika mendengar suara langkah kaki saja, itu menunjukkan bahwa mereka berkuasa. Sesungguhnya tidaklah demikian yang dikatakan firman Tuhan. Pria yang kuat, menurut firman Tuhan, adalah pria yang mengerti akan kekuatan yang diberikan Allah kepadanya, dan tahu bagaimana mempergunakan itu, memaksimalkan seluruh potensi dan talenta yang telah diberikan Tuhan untuk menggenapi tujuan mengapa ia diciptakan. Pesan kepada jemaat Efesus diberikan Paulus berbunyi "..hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kuasa-Nya." (Efesus 6:10). Kuat yang sejati adalah kuat yang bernaung di dalam Tuhan dan dalam kuasaNya. Jika itu yang menjadi hakekat kekuatan, maka jelas Yesus adalah sosok Pria terkuat yang pernah hadir di dunia. Lihatlah bahwa Yesus menjadi kuat bukan karena Dia memiliki otot baja, tapi justru karena Dia tahu bagaimana memenuhi semua kehendak Bapa. Yesus bukan sosok berangasan dan tukang pukul, hobi berperang dan membunuh, tapi justru sebaliknya Dia adalah sosok yang lembut hati dan penuh kasih. Ini pengertian kekuatan yang sungguh berbanding terbalik dengan apa yang dipercaya dunia. Pria memang memiliki suatu hasrat yang besar untuk membuktikan bahwa mereka memang kuat. Itu sudah menjadi sifat dasar semua pria. Semua itu memang diberikan Tuhan agar kita, para pria, memiliki kemampuan untuk memimpin, melindungi dan menyediakan. Sampai di titik ini tidak ada masalah. Yang jadi masalah adalah ketika hasrat para pria untuk membuktikan kekuatannya disalahartikan dan disalahgunakan, mengalami penyimpangan sehingga dieksploitasi iblis melalui berbagai sifat-sifat dosa yang melekat dalam tubuh manusia. Kita para pria seringkali lupa mengenai alasan Tuhan memberikan kekuatan dalam diri kita. Kita lupa mencari tahu apa sebenarnya yang diinginkan Tuhan dalam kehidupan kita. Ada banyak dari kita yang kemudian keluar jalur dan mengambil posisi lain yang justru mengecewakan di mata Tuhan. Ambil contoh seorang pemimpin, yang diberi otoritas dan wewenang dalam memimpin dan memerintah. Tapi kemudian otoritas ini diselewengkan dan menjadikannya sebagai diktator. Padahal antara pemimpin dan diktator terdapat perbedaan yang sungguh nyata. Pemimpin mempunyai otoritas dan wewenang, tugas dan tanggungjawab, sedangkan diktator hanya memiliki kekuasaan padahal mereka sudah kehilangan kepercayaan, simpati dan dukungan dari yang mereka pimpin. Di rumah pun ada banyak pria yang bertindak seperti ini. Ketika seorang suami menampar istrinya dan berkata "Aku adalah pemimpin dalam rumah ini, kamu harus tunduk dan melakukan semua yang aku perintahkan", disana sang suami bukan lagi bertindak sebagai pemimpin melainkan diktator yang otoriter, yang sungguh sudah berada di luar otoritas yang diberikan Tuhan kepadanya. Perhatikan, jika seorang suami bertindak seperti itu, sebenarnya dia bukan menunjukkan kekuatannya, tetapi justru mengekspos kelemahannya sendiri di mata istri, anak dan semua orang yang mengetahuinya. Tidak ada yang pantas dibanggakan dengan sikap kasar seperti itu. Yesus tidak perlu menjadi tukang pukul untuk menjadi Pria kuat.Dia justru melakukannya lewat kasih dan kelemah lembutan. Kepada para pria, hendaklah kita semua tahu bagaimana dan apa maksud Tuhan memberikan kekuatan kepada kita sebagai laki-laki. Daud mengatakan "Orang ini memegahkan kereta dan orang itu memegahkan kuda, tetapi kita bermegah dalam nama TUHAN, Allah kita." (Mazmur 20:8). Orang lain boleh saja mendefenisikan kekuatan lewat otot, tenaga, kemampuan berkelahi dan sebagainya, tapi kita justru harus menyatakan kekuatan kita lewat iman, di dalam Tuhan. Dunia mungkin lebih mementingkan sosok kekuatan secara fisik, namun kita anak-anak Tuhan tidak boleh ikut terjebak seperti itu. Faktanya ada banyak pria yang memiliki otot yang sangat kuat, tapi mereka lemah dalam penguasaan diri, pemikiran, hati, disiplin dan tanggungjawab. Mereka kuat secara daging, tapi lemah secara jiwa dan roh. Kuat fisik tapi lemah rohani. Fungsi pria dikatakan demikian: "karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh." (Efesus 5:23). Anda dan saya para pria ditugaskan sebagai pemimpin, bukan diktator. Tugas kita sebagai kepala rumah tangga tidaklah ringan, karena itulah Tuhan membekali kita dengan kekuatan. Tidak saja kekuatan jasmani, tapi yang lebih penting adalah kekuatan iman untuk menjaga rumah tangga kita agar tetap dalam lindungan Tuhan. Hari-hari ini adalah jahat, orang jahat bertambah jahat, penuh tipuan, saling menyesatkan dan disesatkan, karena itulah kita harus memiliki kekuatan agar dapat melindungi keluarga kita dari ancaman apapun. Menjadi pria kuat berarti menjadi pria yang menyadari tugasnya sesuai yang digariskan Tuhan dan mampu memaksimalkan seluruh potensi untuk menggenapinya. Ini termasuk melindungi keluarga dan mengasihi mereka. Jangan lakukan kekerasan dalam rumah tangga, itu tidak akan pernah membuktikan anda kuat. Firman Tuhan berkata : "Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan." (Kolose 3:14). Let us all be strong in the Lord, let's draw our stength from Him.

"Dua Ember"

Dua buah ember di tepi sebuah perigi. Tak dapat dipastikan sudah berapa banyak air yang telah mengisi kedua ember itu. Namun selalu saja kedua ember tersebut pada akhirnya harus menjadi kosong, dan akan dibawa lagi ke tepi perigi ini untuk diisi air. “Engkau nampak murung kurang bergembira hari ini. Apa gerangan yang telah menggerogoti bathinmu?” Tanya satu di antaranya kepada ember yang lain yang berada di sampingnya. “Oh nasib...nasib!! Sungguh suatu pekerjaan yang sia-sia tanpa arti. Setiap hari saya selalu mengulangi pekerjaan yang sama, yakni datang ke perigi ini untuk diisi dengan air hingga penuh. Namun setelah itu saya akan menjadi kosong lagi dan harus datang lagi ke tempat ini. Sungguh membosankan!!” Keluh ember yang ditanya. “Oh...begitu!!” Sahut ember yang pertama. “Tapi aku tak pernah berpikir demikian. Sebaliknya, setiap kali setelah tiba di tepi perigi ini, saya akan selalu dengan penuh gembira berkata; Dalam kehampaan aku datang, namun dalam kelimpahan aku meninggalkan tempat ini. Sungguh suatu kebahagiaan yang luar biasa.¡¨ Kita mungkin perlu mengubah sudut pandangan, agar bisa melihat rutinitas hidup harian kita secara baru, serta memberikan arti rohani yang baru pula pada apa yang nampaknya biasa-biasa saja.

"Percaya Diri"

Pernakah kamu bercermin dan berandai-andai untuk menjadi orang lain saja? Jadi tokoh tersohor,atlit ngetop,atau seniman ternama? Kalau ya,tersenyumlah! Kamu normal.Banyak orang yang punya keinginan yang sama. Orang-orang di sekeliling kita mungkin ingin mengganti model hidung mereka.. membesarkan mata sipit.. meluruskan rambut keriting,kaku bak duri landak,atau sebaliknya.Yang gemuk ingin kurus,yang kekurusan ingin gemuk. Kulit yag sedikit putih. Jerawat yang sebaiknya bilang "sayonara". Masalah tinggi badan, kepribadian,atau apaun juga. Wajah tamapn dan cantik.Uang banyak. Kekayaan. Ketenaran. Semuanya tak menjamin. Semua itu bersifat fana. Bila percaya diri kita, kta tumpukan pada hal-hal lahiriah semata, kesenangan atau kepuasan hanya sesaat saja. Harga diri kita yang sejati hanya boleh diukur dengan cara pandang Tuhan Sang Pencipta kita. Betapa berharganya nilai hidup yang di karuniakan-NYA kepad kita. Tahu kah kamu bahwa Tuhan begitu mengasihimu sebesar ksih-Nya sendiri kepada Yesus,Sang putra? Tak ad yang lebih berharga dari pada itu.

"Iman itu Perbuatan"

Jhon Stott,penulis buku 'Isu-isu Global' pernah mengatakan, ' Kita tidak boleh hanya berdiskusi, menyusun rencana muluk-muluk, berdoa lalu habis perkara, seperti pendeta yang di mintai bantuan oleh seorang wanita malang yang tidak mempunyai tempat berteduh. Pendeta tersebut berjanji akan mendoakannya, namun tidak berdaya untuk membantunya. Di kemudian hari wanita yang tidak mendapatkan bantuan nyata dari sang pendeta menulis puisi sperti berikut: "Saya kelaparan..dan Anda membentuk kelompok diskusi untuk membicarakan kelaparan saya. Saya terpenjara.. dan Anda menyelinap di ruang doa untuk berdoa bagi kebebasan saya. Saya telanjang.. dan Anda memepertanyakan dalam hati kelayakan penampilan saya. Saya sakit.. dan Anda berlutut dan menaikan syukur kepada ALLAH atas kesehatan Anda' Saya tak mempunyai tempat berteduh.... dan Anda berkotbah kepada saya tentang kasih ALLAH sebagai tempat berteduh rohani. Saya kesepian.. dan Anda meninggalkan saya sendirian untuk berdoa bagi saya.Anda begitu kelihatan suci,begiti dekat dengan ALLAH.... Tetapi saya tetap amat lapar dan kesepian dan kedinginan. Saudara, berbicara tentang yang baik memang mudah, tetapi yang di butuhkan adalah perbutan baik yang nyata. Banyak orang ingin menjadi suci dalam pikiran dan perkataan, tetapi sesungguhnya kesucian yang berkenan di hadapan Allah adalah jika kesucian itu di lengkapi oleh suatu perbutan yang nyata. Yesus dalam pelayananNya tidak hanya berbicara dan berkotbah, tetapi selalu berintikan pelayan nyata. Orang sakit disembuhkan, orang lapar di beri makan dan orang yang membutuhkan selalu deberi sesuai keperluannya. Yesus hidup dalam kasih dan bukan hanya mengkotbahkannya. Banyak orang ingin menjadi pemberita injil, tapi sayang injil yang di beritakan hanya nikmat di telinga saja, sedangkan kesengsaraan manusia tetap berlanjut(demikian juga dengan Korupsi, Kolusi, Nepotisme). Bagi Yesus kotbahNya hanyalah introduksi,pengantar dan penjelasan awal bagi pendengarNya untuk masuk pada inti misi penyelamatan Tuhan yaitu melayani manusia secara jasmani dan rohani secara nyata. Tetapi sekarang ini, hamba-hamba Tuhan menjadikankotbah mereka inti segalanya dan perbutan nyatanya jika mereka 'tergerak' untuk melakukanya. Yakobus sangat memahami apa artinya menjadi orang beriman karena itu ia menekankan agar iman itu harus disertai dengan perbuatan. Jika tidak,iman itu sia-sia. Jangan kita menjadi orang bebal, tapi jadilah seperti Abraham dan Rahab yang berbuat berdasarkan iman! (Yakobus 2 : 14 - 26) "Jika Anda memberitakan Injil di dalam segala aspek dengan pengecualian terhadap masalah-masalh secara spesifik berkaitan dengan masa di mana Anda hidup--- sesungguhnya Anda sama sekali tidak memberitakan injil"

"Allah segala Bangsa"

Tak ada seorangpun yang tahu Alllah itu berkewarganegaraan apa? Allh itu apakah madura... Batak... Ngawi.. Timor-timor.. Mesir.. Arab.. Cimahi..., tak ada seorangpun yang tahu!!! Tapi ada satu hal yang dapat kita ketahui bersama yaitu Allah itu kasih adanya dan Ia menyukai keanekaragaman. Maka tak heran bila Ia menciptakan bunglon,kecoa,rumput,lumpia,tape,getuk......termasuk kita manusia(Jaw,Madura,Batak,Cina,Bugis,dll). Ia menyukai setiap perbedaan, maka Ia menciptakan timur dan barat. Manis dan Pahit.Tangis dan tawa. Kulit hitam dan kulit putih. Ia amat menyukai semuanya, tanpa terkeculi dan pilih kasih. Itulah sebabnyadi dalam agama dan doa serta di dalam tempat ibadah tak ada boleh perbedaan warna, status sosial, pangkat, jabatan dan sebagainya. Semuanya sama, menyewmbah Allah yang satu dan yang hidup. Maka amat mengherankan sekali bila ada orang yang suka mengatakan bahkan membedakan Ras (pribumi dan non pribumi). Kaya dan miskin. Pemimpin cabangdan Office Boy/Girl. Lucu sekali khan! Di dalam doa kepada Allah yang sama mereka bersatu dan saling tersenyum, tapi begitu keluar dari tempat ibadah... mereka saling menjauh dan membenci. Itulah sifat kita??? Rasanya amat munbafik sekali bila kita mengaku memiliki Allah tapi kita saling membenci,membedakan suku/ras/keturunan,menjarah,memperkosa,bahkan memeras sesama kita. Apakah peran Allah sebagai pemersatu hanya berlaku didalam tempat ibadah saja? Ada peribahasa yang mengatakan bahwa buah jatuh tak akan jauh dari pohonnya! Sifat kita juga tak boleh jauh dari sifat Allah, karena kita adalah anak-anakNya. Apakah sifah Allah itu suka membenci, membedakan ras, menjarah, korupsi, kolusi, dst??? Bagaimana orangbisa bertobat, nengenal Allah kita dan masuk ke dalam agama kita bila tingkah laku kita amat menjijikan? Kita bela agama kita bila ada seseorang yang melecehkan agama kita, tapi di sisi lain perbuatan, pembicaraan dan pokiran kita sendiri kadangmelecehkan dan membuat malu Allah kita. Amat menjijikan perbutan kita... Bila ada seseorang misalkan bernama Chelelekan beragama "X" dan kita tahu bahwa 'allah' dan agamanya itu tidak ada dan tidak benar, maka lucu sekali bila kita membenci, menjuhi, membakar temapat ibadahnya ataupun menjarah keluarganya. Si Chelelekan pasti tak akan mau bertobat dan mengikuti ALLAH KITA. Gimana dia mau memeluk agama kita, sedangkan kita sendiri bertingkah laku seperti orang kafir/barbar? Seharusnya kita dekati dan ajak dia bergaul dengan kita. Dengan melihat tingkah laku, seyum, tawa, kasih, bahkan ketegaran dalam menghadapi tantangan hidup, Chelelekan pasti akan heran dan akhirnya mau mengenal Allah kita. Perbuatan dan kasih nyata kita jauh lebih berarti di banding ribuan kata kotbah yang kita lontarkan!! Marilah kita tunjukan kepada orang-orang di sekeliling kita, bahwa Dia ada Allah yang hidup. Yang mau mengerti akan penderitaan kita dan terlebih isi hati kita. Untuk itu jangan mempermalukan Allah kita. Sikap dan tingkah laku menggambarkan 'gambaran/bayangan' dari Allah yang kita miliki. Orang tahu siapa Allah kita dan hidup kita. Sekali lagi, jangan permalukan Dia!! Jangan mempermalukan Dia!! A.M.IN.

"Ucapan Syukur"

Seorang pengulas Alkitab terkenal Matthew Henry suatu kali di rampok dalam suatu perjalanan. Hal yang sangat menarik adalah setelah di rampok Henry menulis catatan dalam buku harianya sebagai berikut: "Biarkan aku mengucap syukur karena: 1.Aku belum perna dirampok sebelumnya; 2.Meskipun mereka merampok dompetku, mereka tidak merampas hidupku. 3.Meskipun mereka merampas yang segala aku punya, itu tidak banyak; 4.Karena justru aku dirampok dan bukan aku yang merampok Amin; Seorang tukang kayu,suatu kali harus naik ke atas tangga untuk memasang plafon. Selain papan triplek ia juga membawa palu dan paku. Untuk memudahkan pelaksanaan, dia mengambil beberapa paku sekaligus dan menaruhnya/menyelipkannya di antara bibirnya. Waktu ada bunyi yang mengejutkan, ada paku yang tertelan. "Puji Tuhan!" serunya. Dia turun dan sambil menghelakan nafas ia berkata, "Aku bersyukur bahwa pakunya yang masuk bukan palunya." Cerita lain lagi ada seseorang yang bersaksi bahwa dahulu ia adalah seorang yang sulit mengucap syukur.Demikiikianlah didikan Tuhan. Suatu kali ia harus menengok sahabatnya yang terbaring di rumah sakit,dikamar ICU, krena kecelakaan berat. Sahabatnya dalam keadaan tidak sadarkan diri beberapa hari. Roh kudus berbicara kepadanya, "Siapakah yang di hadapanmu?" Jawabanya, "Ya Tuhan, syukur padamu bahwa bukan aku yang terbaring disitu!" Waktu dia bermain kerumah tetangganya pemabuk, ia menyaksikan botol-botol kosong yang berserakan dan kehidupan temanya. Roh kudus berkata lagi, "Siapa yang di hadapanmu?" " Trimah kasih Tuhan, karena bukan aku yang jadi pemabuk," jawabnya. Ketika berjalan melewati suatu jembatan dan menyaksikan kemiskinan yang melanda orang-orang di bawah jembatan, Roh kudus berkata lagi, "Siapakah yang kamu lihat?" "Tuhan memang bukan saya dan saya mengucap syukur!" jawabnya. Saudara, Mari kita belajar mengucap syukur karena lebih banyak yang menderita dari pada kita. Untuk mengucap syukur lihatlah kebawah dan maju lihat ke atas. Sering kita mengalami ini, melihat ke atas kita menjadi iri, frustasi,terlalu melihat ke bawah menjadikan kita sombong. Marilah kita sekarang membaliknya. "Mengucap syukur dalam segala hal, Sebab itulah yang di kehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu" (1Tesalonika 5:18)

"Ayahku yang terbaik"

Apa yang bisa menjadikan seorang ayah yang berhasil? Apa saja faktor-faktornya? Untuk mendapatkan beberapa jawaban, mari kita melihat renungan seorang anak muda tentang ayahnya sendiri. Pria muda ini percaya bahwa ayahnya adlah teladan yang sangat baik tentang apa yang dituntut dan di inginkan Tuhan dari seorang ayah. Ini katanya: Ketika saya menelusuri masa kanak-kanak, saya mencoba mengingat-ingat apa kuncinya yang membuat ayah saya menjadi ayah dan suami yang berhasil. Dan dari teladan ayah saya, saya melihat beberapa kunci yang saya percaya bisa membantu semua ayah untuk memebesarkan anak-anaknya yang berhasil di mata Tuhan. 1. Ayah selalu bisa di temui. Sepanjang ingatan saya, Ayah selalu langsung menghentikan apa pun yang ia kerjakan untuk mejawab pertanyaan saya, atau untuk membantu memecahkan masalah saya. 2. Ayah berkorban untuk saya. Baru-baru ini saya mengetahui bahwa setiap hari, sejak say di lahirkan, ayah dan ibu saya belutut di samping tempat tidur mereka dan berdoa sendiri-sendiri bagi saya, juga bagi saudara-saudara saya. 3. Ayah adalah pria yang konstiten, yang memberi teladan yang kuat. 4. Ungkapkan kasih sayang Ayah membangun ikatan persahabatan yang langgeng. Ayah tidak pernah ragu-ragu mengulurkan tangan dan memeluk saya atau menepuk bahu saya. 5. Ayah saya memiliki istri yang mencintai dan memberi dorongan yang baik. 6. Ayah selalu mengharapkan yang terbaik dari saya. Ketika Ayah memberi saya perkerjaan atau tanggung jawab, ia selalu menganggap saya bisa menjalankannya sebaik saya bisa. 7. Ayah menyayangi saya apa adanya. Sejak saya bisa mengerti, dan itu ketika saya msih sangat kecil, orang tua saya selalu menunjukan bahwa mereka mencintai saya tanpa syarat. 8. Ayah selalu bangga akan saya. Ayah menggunakan setiap kesempatan untuk memeperkenalkan saya pada teman-teman rekan kerjanya. " Kenalkan anak saya, X," katanya. "kami bangga padanya, X,karena.... 9. Ayah menciptakan kenang-kenangan bagi saya. 10. Ayah saya belajar sejak awal di mana letak prioritas utamanya. Bicaralah dengan ayah saya tentang bisnisnya, dan ia akan dengan senang hati membicarakannya dengan Anda. Tapi tanyakan tentang keluarganya, maka matanya akan bersinar-sinar dan api akan berkobar dari dalam dirinya. Saya berdoa agar anak-anak saya, dan anak-anak Anda, suatu hari bisa mengatakan hal yang sama tentang mereka. "Hai, anakku, perhatikanlah perkataan ku... ...krena itulah yang menjadikan kehidupan bagi mereka yang mendapatkannya. (Amsal 4:20,22)

"Berapa Besar Bobot Sebuah Doa"

Louise Redden, seorang ibu kumuh dengan baju kumal, masuk ke dalam sebuah supermarket. Dengan sangat terbata-bata tapi dengan bahasa yang sopan ia memohon agar diperbolehkan mengutang. Ia memberitahukan bahwa suaminya sedang sakit dan sudah minggu tidak berkerja. Ia memepunyai tujuh seorang anak yang sangat memebutuhkan makanan. Tapi John Longhouse, si pemilik supermarket, mengusir dia keluar. Smabil perlahan-lahan berjalan keluar, si ibu terus menceritakan tentang keluarganya. " Tolonglah, pak, saya janji stelah saya mempunyai uang saya akan bayar". Jhon Longhouse tetap tidak mengabulkan permohonannya tersebut. "Anda tidak mempunyai kartu kredit, anda tidak mempunyai garansi," alasanya. Didekat counter pembayaran, ada seorang pelanggan lain, yang dari awal mendengarkan percakapan tadi. Dia mendekati keduanya dan berkata: "Saya akan membayar semua yang di perlukan ibu ini." Karena ia malu si pemilih toko akhirnya mengatakan , tidak perlu, pak. Saya sendiri akan memberikannya dengan gratis. Baiklah,.... mana daftar belanjaan ibu?" "Ya pak. "Ini.." kata ibu itu sambil menunjukan sesobek kertas kumal ditanganya. "Letakanlah daftar belajaan anda di dalam timbangan, dan saya akan memberikan gratis belanjaan anda sesuai berat timbangan tersebut". Dengan sangat ragu-ragu dan setengah putus asa, Lousie menudukan kepala sebentar, lalu menuliskan sesuatu pada kertas kumal tersebut. Dengan kepala tetap tertunduk, diletakankan kertas itu ke dalam timbangan. Mata si pemilik toko terbelalak melihat jarum timbangan dengan cepat ke bawah. Ia menatap pelanggan yang tadi menwarkan si ibu sambil berucap kecil, "Aku tidak percaya pada yang kulihat". Si pelanggan baik hati itu hanya tersenyum. Lalu, si ibu kumaL itu mengmbil barang-barang yang di perlukan, dan disaksikan pelanggan baik hati tadi menaruh belanjaan tersebut pada sisi timbangan yang lain. Jarum timbangan tidak kunjung berimbang, sehingga si ibu itu mengambil barang-barang keperluanya dan si pemilik toko terus menumpukanya pada timbangan, hingga tidak muat lagi. Si pemilik toko sangat jengkel tapi tidak dapat berbuat apa-apa. Karena tidak tahan si pemilik toko diam-diam mengambil sobekan kertas dari daftar belanja si ibu kumal tadi. Dan ia pun terbelalak. Diatas kertas kumal itu tertulis sebuah doa pendek: "Tuahn, Engkau tahu apa yang hamba perlukan. Hamba menyerahkan segalanya kedalam tanganMu". Si pemilik toko terdiam. Si ibu, Louise bertrimahkasih kepadanya dan meninggalkan toko dengan belanjaan gratisnya. Si pelanggan baik hati itu bahkan memberikan selembar uang 50 dollar kepadanya. Si pemilik toko mencek dan menemukan bahwa timbangan yang di pakai tersebut rusak. Hanya Tuhan yang tahu bobot sebuah doa! Berdoalah! Segera setelah anda membaca cerita ini, ucapkalah sebuah doa. Hanya itu saja.Stop perkerjaan anda sekarang juga dan ucapkan sebua doa bagi orang-orang yang saat ini sangat membutuhkan pertolongan Tuhan untuk kehidupan mereka.

"Teman adalah hadiah yang dari atas buat kita!"

Seperti hadiah, ada yang bungkusnya bagus dan ada yang bungkusnya jelek. Yang bungkus bagus, punya wajah rupawan atau kepribadian yang menarik. Yang bungkusnya jelek, punya wajah biasa dan kepribadian yang biasa saja... atau menjengkelkan. Seperti hadiah, ada yang isinya bagus ada yang isinya jelek. Yang isinya bagus, punya jiwa yang begitu indah sehingga kita terpukau ketika berbagi rasa denganya, ketika kita tahan menghabiskan waktu berjam-jam, saling bercerita dan menghibur, menangis bersama dan tertawa bersama. Kita mencintai dia dan dia mencintai kita. Yang isinya buruk punya jiwa yang terluka. Begitu dalam luka-lukanya sehingga jiwanya tidak mampu lagi mencintai, justru karna ia tidak merasakan cinta dalm hidupnya. Sayangnya yang kita tangkap darinya seringkali justru sikap penolakan, dendam, kebencian, iri hati, kesombongan, amarah dan lainya. Kita tidak suka dengan jiwa-jiwa semacam ini dan mencoba hindar dari mereka. Kita tidak tahu bahwa itu semua bukanlah karena mereka dasarnya buruk, tetapi ketidakmampuan jiwanya memberikan cintakarena justru ia membutuhkan cinta kita, membutuhkan empati kita, kesabaran dan keberanian kita untuk mendengarkan luka-luka terdalam yang memasung jiwanya. Bagaimana bisa kita mengharapkan seseorang yang terluka lututnya berlari bersama kita? Bagaimana bisa kita mengajak seseorang yang takut air berenang bersama? Luka di lututnya dan ketakutan terhadap airlah yang mesti di sembuhkan bukan mencaci mereka karena meraka tidak mau berlari dan berenang bersama kita. Mereka tidak akan bilang bahwa "lutut" mereka luka atau mereka "takut air", mereka akan bilang bahwa mereka tidak suka berlari atau mereka akan bilang berenang itu membosankan.Itulah cara mereka mempertahankan diri. Mereka akan bilang: "Menari itu tidak menarik" "Tidak ada yang cocok denganku!" "Teman-temanku sudah lulus semua" "Aku ini buruk, siapa yang bakal tahan denganku?" "Kisah hidupku membosankan!" Mereka tidak akan bilang: "Aku tidak bisa menari" "Aku membutuhkan kamu!" "Aku kesepian." "Aku butuh diterima" "Aku ingin didengarkan." Mereka semua hadiah buat kita. Entah bungkusnya bagus atau jelek,entah isinya bagus atau jelek. Dan jangan tertipu oleh kemasan. Hanya ketika kita bertemu jiwa dengan jiwa. kita tahu sesungguhnya yang sudah dipersiapkanNya buat kita.

"Pujian yang membangkitkan semagat"

Seorang pejabat pemerintah yang berpangkat tinggi bernama Leou Bei, yang juga seorang sarjana terkenal dalam kesusastraan klasik, diturunkan pangkatnya menjadi mayor dan di tugaskan kedaerah terpencil dan tandus, dimana orang tinggal berdampingan dengan penduduk asli.Kebudayaan dan tingkat kehidupan penduduk asli benar-benar berbeda dan sangat primitif. Suatu hari, putra kepala suku setempat, yang selama empat tahun mengabdi dirinya untuk mempelajari kesusatraan, meski berprestasi sedang-sedang saja, dengan rendah hati bertandang ke kediaman Leou Bei dan menyajikan beberapa karya terbaiknya. Dia meminta pendapat sang mayor. Seraya membaca setiap karya dengan seksama, mayor baru ini jelas-jelas tampak puas. Pertama-tama dia memuji tnggi-tinggi artikel yang bias-biasa saja itu dan kemudian memberikan beberapa saran yang membangun. Dengan Rasa hormat yang dalam, sang tamu secara antusias bertrimah kasih kepada si mayor dan pulang. Salah seorang asisten mayor itu yang sedang berdiri di dekatnya dan melihat karya-karya itu, mengetahui kalau pujian itu tdak selyaknya diberikan. Karena merasa penasaran, dengan sopan ia bertanya, "Tuan, saya tidak mengerti. Jika boleh saya bertanya, mengapa Anda tidak memberikan pendapat Anda yang sebenarnya mengenai karya-karya kelas tiga tersebut?" "Kamu tahu, "Tuan itu terdiam, merenung sejenak, dan kemudian menjawab dengan tenang" ini adalah daerah yang kurang berkembang. Kita tidak seharusnya menggunakan ukuran kesusastraan kita yang cukup maju untuk mengukur kemampuan mereka. Kita harus menilai mereka menurut situasi mereka dan yang sepantasnya. Anak muda itu, yang ayahnya seorang kepala suku yang buta huruf, telah belajar sangat keras tanpa bantuan seorang guru. Dia menunjukkan keberanian untuk bertemu dengan saya dan melihat artikel-artikelnya. Saya tidak seharusnya membuatnya kecewa. Setelah menerima komentar-komentar yang mendukung, ia akan dengan tekun mengikuti saran-saran saya. Teman-teman sebayanya akan terkesan dan mengikutinya. Saya harus mendorongnya untuk tetap terus mempelajari kebudayaan kita, yang akan menguntungkan bagi dirinya sendiri maupun negaranya. Pendidikan dapat memperluas wawasan, mengurangi salah komunikasi dan menghindarkan masalah-masalah masa depan. Sebagai konsekuensinya, ini akan melenyapkan tingkat perselisihan dan konflik antara pendatang baru dan pendudk asli. Dalam jangka panjang hal ini secara positif akan penting bagi ketentraman dinasti kita. Mengapa saya harus bertingkah dan mengecam secara keras jika tidak ada ruginya bagi saya untuk memberikan beberapan pujian yang layak untuk di terima?" Asisten mayor itu benar-benar berkesan dengan wawasan tuannya. "SARAN-SARAN AKAN DITERIMA SECARA LEBIH BAIK JIKA DIDAHULUI DENGAN PUJIAN-PUJIAN YANG BERSIFAT UMUM, DARIPADA KRITIKAN YANG BERMAKSUD BAIK, YANG DAPAT MENYINGGUNG ATAUMENGECILKAN ORANG LAIN.

"Tak ada hal lain, kecuali masalah"

Pada malam hari tahun 1993, Norman Vincent Peale, penulis buku terlaris, The Power of positive thinking, meninggal dunia usia 95 tahun. Dia meninggal di kediamannya dikelilingi oleh cinta, kedamaian dan kasih sayang. Norman Vincent Peale pantas menerimanya. Ajaran yang positif sebagai pendeta yang membawa kedamaian dan kepercayaan yang baru untuk generasi, berkat khotbah-khotbahnya, pidatonya, acaranya di radio dan di bukunya menyadarkan kita, bahwa kita bertanggung jawab atas kondisi kita saat ini. Karena dia merasa bahwa Tuhan tidak membuat sesuatu yang tidak buruk Norman mengingatkan kita bahwa kita memepunyai dua pilihan setiap pagi ketika kita bangun. Kita bisa memilih nyaman tentang diri sendiri atau merasa kacau. Saya masih bisa mendengar Norman berteriak nyaring,"Mengapa Anda memilih yang kedua?" Saya bertemu pertama kali dengan Norman pada bulan Juli 1986, Larry Hughes-Presiden perusahaan penerbitan saya, Wiliam Morrow & Co., menyarankan kami untuk menulis buku mengenai etika bersama-sama. Kami mempunyai usul tersebut, dan dua tahun berkerja sama dengan Norman dalam penulisan 'The Power of Ethical Management' merupakan salah satu kegembiraan terbesar yang pernah saya alami sepanjang hidup saya. Sejak pertemuan pertama tersebut, Norman sangat mepengaruhi kehidupan saya. Dia selalu berkata bahwa orang yang berfikir positif, karena mereka tidak takut menghadapi masalah. Nyatanya Norman tidak mengaggap masalah sebagai sesuatu yang negatif dan harus dihilangkan dengan segera, melainkan sebagai tanda kehidupan. Untuk memberikan contoh mengenai hal itu, di bawah ini ada salah satu kisah favoritnya, kisah yang sering saya ceritakan dalam presentasi-presentasi saya. Saya sedang berjalan ketika saya melihat teman saya, George, mendekat. Tampak dari wajahnya yang sarat dengan beban kalau dia tidak merasa bahagia dan bersemangat, suatu cara halus mengatakan bahwa George sedang kacau pikirannya. Tentu saja saya bertanya kepadanya."Apa kabar, George?" Meskipun saya hanya basa-basi. George menanggapi pertanyaan saya dengan serius selama 15 menit dia memberitahu sya betapa susah dia Semakin banyak dia cerita, semakin sedih hati saya. Akhirnya saya berkaa kepada."George, saya ikut sedih melihatmu dalam keadaan tertekan seperti ini. Mengapa kamu bisa seperti ini?" Dia menceritakan semuanya kepada saya. "Ini karena masalah-masalah saya," katanya. "Masalah.... tak ada hal lain, kecuali masalah! Saya muak dengan semua masalah itu. Jika kau dapat menghilangkan semua masalah saya, saya akan menyumbangkan $ 5.000 untuk yayasan amal kasih kesayanganmu. Bagus, saya tidak akan pernah mengabaikan tawaran semacam itu. Lalu saya melakukan meditasi, merenung dan memikirkan masalah tersebut dan menemukan sebuah pemecahan yang saya pikir sangat bagus. Saya berkata," Kemarin saya pergi ketempat tinggal ribuan orang. Sejauh yang saya ketahui, tak seorang pun dari mereka yang mempunyai masalah. Kau ongin pergi kesana?" "Kapan kita bisa pergi? Kedengaranya tempat itu cocok untukku!" kata George. "Jika demikian George, "saya berkata, "saya akan dengan senang hati mengajakmu ke pemakaman Woodlawn, karena setahu saya, satu-satunya orag yang tak punya masalah adalah orang mati!" Saya suka kisah itu. Kisah itu benar-benar meletakkan kehidupan dalam perspektifnya. Saya mendengar Norman beberapa kali,"Jika anda tidak mempunyai masalah sama sekali, saya peringatkan Anda, Anda berada dalam bahaya besar! Anda akan mati dan Anda tidak mengetahuinya! Jika anda tidak tidak percaya Anda punya masalah, saya sarankan Anda agar Anda berlari dari tempat Anda sekarang, masuk mobil dan pulang ke rumah secepat dan seaman mungkin, masuk ke dalam rumah lalu langsung ke kamar tidur dan bantinglah pintu. Kemudian berlututlah dan berdoa,"Apa yang terjadi Tuhan? Apakah engkau tidak mempercayai aku lagi? Berilah aku masalah!"

"Hubungan cinta kasih"

Bagaimana anda mendefinisikan hubungan yang penuh kasih, jenis kasih yang menjadi dasar pernikahan? Berikut ini adalah beberapa definisi yang di ambil dari buku Chuk Swindoll, Growing Strong in seasons of life. Manakah yang paling anda suka? Hubungan cintah kasih adalah hubungan dimana individu-individu cukup saling mempercayai untuk membuka diri, merasa aman dan yakin orang lain itu tidak akan memanfaatkanya. Tidak mengeksploitasi atau menganggap remeh. Ini melibatkan banyak komuikasi, banyak berbagi dan banyak kelembutan. Hubungan cinta kasih adalah hubungan dimana seorang individu bisa terbuka dan jujur pada yang lain tanpa perlu takut dihakimi. Dimana ada rasa aman karena mengetahui Anda berdua adalah Sahabat, dan tidak peduli apa yang terjadi Anda akan tetap menjaga. Hubungan cinta kasih adalah hubungan dimana individu-individu melibatkan pertumbuhan pengertian dan saling menerima perbedaan masing-masing, dan mendorong setiap orang untuk menjangkau dan berbagi sebanyak mungkin keindahaan dan kasih. Hubungan cintah kasih adalah hubungan hubungan yang memberikan rasa nyaman atas keberadaan yang lain,yang kita tahu---melaui ucapan atau bahasa tubuh bhwa denganya kita berbagi kepercayaan, kekaguman, kejujuran, pengabdian dan kegembiraan karena kita bersama-sama. Hubungan cintah kasih adalah hubungan dimana orang yang dikasihi bebas menjadirinya sendiri--- tertawa bersama kita,tetapi tidak menertawakan kita; menangis bersama kita; tetapi tidak karena kita; mencintai kehidupan, menyukai dirinya sendiri dan suka dicintai. Hubungan seperti itu di dasari kebebasan dan tidak pernah bisa tumbuh dari hati yang cemburu. "Kasih itu sabar, murah hati, ia ctidak cemburu, ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong".

"Pikirkanlah"

Pikirkanlah hal-hal yang membuatmu bahagia, bukan hal-hal yng mebuatmu sedih; Pikirkanlah keindahan dan kebenaran pada umat manusia, bukan sisi yang kotor dan yang buruk; Pikirkanlah karunia yang mengelilingimu, bukan sesuatu yang di pungkiri; Pikirkanlah nilai-nilai persahabatanmu, bukan kelemehan dan sisi yang salah; Pikirkanlah perolehan yang telah kau lakukan dalam bisnis, bukan kerugian yang kau buat; Pikirkan kebaikan yang telah kau katakan, bukan kata-kata yang kejam dan bermusuhan; Pikirkan hari-hari yang sehat dan menyenangkan, bukan hari-hari penderitaan dan kesukaran; Pikirkan hari-hari yang hidup dan bersinar, bukan hari-hari hujan yang suram; Pikirkan harapan yang ada di hadapanmu, bukan kesia-siaan yang ada di belakangmu; Pikirkan harta yang telah kau kumpulkan, bukan harta yang kau gagal temukan; Pikirkan pelayanan yang dapat kau berikan, bukan hanya melayani diri sendiri; Pikrkan kebahagiaan orang lain, dan melauinya engkau akan menemukan dirimu!

"Yesus Bersabda"

Jika Anda pernah merasa sakit, bagaimana kau tahu bahwa Aku Penyembuh? Jika Anda tidak pernah pergi melalui kesulitan, bagaimana sekarang bahwa aku pembebas? Jika Anda tidak pernah punya persidangan, bagaimana kau bisa menyebut diri Anda seorang overcomer? Jika Anda pernah merasa sedih, bagaimana kau tahu bahwa aku seorang Penghibur? Jika anda tidak pernah membuat kesalahan, Bagaimana Anda tahu bahwa aku memaafkan? Jika Anda tahu semua, bagaimana kau tahu bahwa saya akan menjawab pertanyaan Anda? Jika Anda tidak pernah masalah, bagaimana kau tahu bahwa aku akan datang untuk menyelamatkan Anda? Jika Anda tidak pernah patah, lalu bagaimana kau tahu bahwa saya dapat membuat Anda secara keseluruhan? Jika Anda tidak pernah masalah, bagaimana kau tahu bahwa aku bisa menyelesaikannya? Jika Anda tidak pernah menderita, maka akan kau tahu apa yang saya alami? Jika Anda tidak pernah pergi melalui api, lalu bagaimana kau menjadi murni? Jika saya memberi Anda segala sesuatu, bagaimana Anda menghargai mereka? Jika aku pernah mengoreksi Anda, bagaimana kau tahu bahwa aku mencintaimu? Jika Anda memiliki semua kekuasaan, maka bagaimana anda akan belajar untuk bergantung pada-Ku? Jika hidup Anda sempurna, maka apa yang akan Anda butuhkan untuk-Ku? If you never felt pain, how would you know that I'm a Healer? If you never went through difficulties, how would you now that I'm deliverer? If you never had a trial, how could you call yourself an overcomer? If you never felt sadness, how would you know that I'm a Comforter? If you never made a mistake, How would you know that I'm forgiving? If you knew all, how would you know that I will answer your question? If you never trouble, how would you know that I will come to your rescue? If you never broken, then how would you know that I can make you whole? If you never had problem, how would you know that I can solve them? If you never had any suffering, then would you know what I went through? If you never went through the fire, then how would you become pure? If I give you all things, how would you appreciate them? If I never corrected you, how would you know that I love you? If you had all power, then how would you learn to depend on Me? If your life was perfect, then what would you need Me for?

"kasih seorang Ibu"

Pada suatu hari yang tenang, cerah, indah dan ceria, seorang malaikat turun dari surga ke dunia ini, mengarungi padang dan hutan dan desa. Saat matahari terbenam, ia melebarkan sayap dan berkata, "Kini kunjunganku hampir selesai, dan aku harus kembali kedunia cahaya. Tapi sebelum aku pergi, aku harus mengumpulkan cindera mata yang menandai kunjungan ku kemari." Ia melihat kebun bunga yang indah dan berkata, "Betapa indahnya dan wanginya bunga-bunga ini."Ia memetik beberapa tangkai mawar yang terlangka, membuatnya menjadi rangkaian bunga dan berkata, "Tak ada yang ku lihat lebih indah atau wangi dari bunga ini; aku akan membawa bunga ini." Tapi, ia mencari lagi dan melihat bayi yang bermata cerah dan berpipi merah, tersenyum melihat wajah ibunya. Dan ia berkata, "Oh senyumnya bayi itu lebih cantik dari pada rangkaian bunga ini; aku akan membawa senyuman itu juga." Lalu ia membawa ke sebelah buaian dan kasih sang ibu menyembur seperti aliran sungai ke arh buaian dan bayi itu. "Oh, Kasih Ibu itu adalah hal tercantik yang ku lihat di bumi ini; aku akan membawa hadiah kasih ibu itu juga. "Dengan ketiga hadiah itu, ia menggepakkan sayap menuju mutiara, mendarat diluarnya, dan berkata, "Sebelum aku masuk, aku akan melihat cindera mataku." Dan ia melihat bunga itu telah layu, Ia melihat pada senyuman bayi, dan senyuman itu telah pudar. Ia melihat pada kasih ibu dan kasih itu masih ada, dalam kencantikannya yang murni. Ia membuang bunga yang layu dan senyuman yang pudar, menggepakkan sayap melewati gerbang dan menghimpun anggota surga dan berkata, "Inilah satu-satunya hal yang ku temukan di bumi yang akan tetap indah sampai ke surga- Kasih Ibu!" Undang teman-teman yang lain untuk bargabung dengan kita.

Sesuatu untuk di renungkan....

Pada suatu hari yang tenang, cerah, indah dan ceria, seorang malaikat turun dari surga ke dunia ini, mengarungi padang dan hutan dan desa. Saat matahari terbenam, ia melebarkan sayap dan berkata, "Kini kunjunganku hampir selesai, dan aku harus kembali kedunia cahaya. Tapi sebelum aku pergi, aku harus mengumpulkan cindera mata yang menandai kunjungan ku kemari." Ia melihat kebun bunga yang indah dan berkata, "Betapa indahnya dan wanginya bunga-bunga ini."Ia memetik beberapa tangkai mawar yang terlangka, membuatnya menjadi rangkaian bunga dan berkata, "Tak ada yang ku lihat lebih indah atau wangi dari bunga ini; aku akan membawa bunga ini." Tapi, ia mencari lagi dan melihat bayi yang bermata cerah dan berpipi merah, tersenyum melihat wajah ibunya. Dan ia berkata, "Oh senyumnya bayi itu lebih cantik dari pada rangkaian bunga ini; aku akan membawa senyuman itu juga." Lalu ia membawa ke sebelah buaian dan kasih sang ibu menyembur seperti aliran sungai ke arh buaian dan bayi itu. "Oh, Kasih Ibu itu adalah hal tercantik yang ku lihat di bumi ini; aku akan membawa hadiah kasih ibu itu juga. "Dengan ketiga hadiah itu, ia menggepakkan sayap menuju mutiara, mendarat diluarnya, dan berkata, "Sebelum aku masuk, aku akan melihat cindera mataku." Dan ia melihat bunga itu telah layu, Ia melihat pada senyuman bayi, dan senyuman itu telah pudar. Ia melihat pada kasih ibu dan kasih itu masih ada, dalam kencantikannya yang murni. Ia membuang bunga yang layu dan senyuman yang pudar, menggepakkan sayap melewati gerbang dan menghimpun anggota surga dan berkata, "Inilah satu-satunya hal yang ku temukan di bumi yang akan tetap indah sampai ke surga- Kasih Ibu!" Undang teman-teman yang lain untuk bargabung dengan kita.

"KITA SEMUA ADALAH TEMPAYAN RETAK''

Seorang tukang air di India memiliki dua tempayan besar; masing-masing bergantung pada kedua ujung sebuah pikulan, yang dibawahnya menyilang pada bahunya. Satu tempayan itu sudah retak, sedangkan satu tempayan lagi tidak. Jika tempayan yang tidak retak itu selalu membawa air penuh setelah perjalana panjang dari mata air ke rumah majikanya, tempayan itu retak hanya dapat membawa air setengah penuh. Selama dua tahun, hal ini terjadi setiap hari. Si tukang air hanya dapat membawa satu setengah tempayan air kerumah majikanya. Tentu saja si tempayan yang tidak retak itu merasa bangga akan prestasinya, karena dapat menunaikan tugasnya dengan sempurna. Namun si tempayan yang malang itu merasa malu sekali akan ketidak sempurnaannya dan merasa sedih sebab ia hanya dapat memberikan setengah dari porsinya yang seharusnya dapat di berikannya. Setelah dua tahun tertekan oleh kegagalan pahit ini, tempayan retak itu berkata kapada tukang air, "Saya sungguh malu pada diri saya sendiri, dan saya ingin mohon maaf kepadamu.' "Kenapa?" tanya si tukang air. "Kenapa kamu merasamalu?" "Saya hanya mampu, selama dua tahun ini, membawa setengah porsi air dari yang seharusnya dapat saya bawa. Karena adanya retakan pada sisi saya telah membuat air yang saya bocor sepanjang jalan menuju rumah majikan kita. Karena cacatku itu, saya telah membuatmu rugi," kata tempayan itu. Si tukang air merasa kasihan pada si tempayan retak, dan dalam belas kasihanya, ia berkata, "Jika kita kembali kerumah majikan kita besok,aku ingin kamu memperhatikan bunga-bunga indah sepanjang jalan." Benar, ketika mereka naik ke bukit, si tempayan retak memperhatikan dan baru menyadari bahwa ada bung-bunga indah di sisi sepanjang jalan, dan itu membuatnya sedikit terhibur. Namun pada akhir perjalanan, ai kembali sedih karena separuh air yang di bawahnya telah bocor, dan kembali tempayan retak itu meminta maaf pada si tukang air atas ke gagalannya. Si tukang air itu berkata kepada tempayan itu, " Apa kamu memperhatikan adanya bunga-bunga di sepanjang sisi jalan di sisimu tapi tidak ada bunga di sepanjang sisi tempayan yang lain yang tidak retak itu? Itu karena aku selalu menyadari akan cacatmu dan aku memanfaatkanya, Aku telah menanam benih-benih bunga di sepanjang sisi jalan di sisi mu, dan setiap hari jika kita berjalan pulang dari mata air, kamu mengairi benih-benih itu. Selama dua tahun ini aku telah dapat memetik bunga indah ini untuk menghias meja majikan kita. Tanpa kamu sebagaimana kamu ada, majikan kita tak akan menghiasi rumahnya se indah sekarang." Setiap dari kita memiliki cacat dan kekurangan kita sendiri. "Kita semua adalah tempayan retak. Namun jika kita mau, Tuhan Yesus akan menggunakan kekurangan kita untuk menghiasi meja Bapa-Nya. Di mata Tuhan yang bijaksana, tak ada yang terbuang percuma. Jangan takut akn kekuranganmu. Kenalilah kelemahanmu dan kamu dapat menjadi sarana keindahan Tuhan. Ketahuilah, di dalam kelemahan kita, kita menemukan kekuatan kita!"

"Hari Ini dan Besok...???"

Pernahkah Anda renungkan kemana hidup Anda pada akhirnya? Ketika lahir bayi kecil manusia menangis sementara Ayah Ibunya bahagia. Jika Tuhan berkenan maka bayi itu bertumbuh menjadi anak-anak kecil yang lucu yang kadang-kadang kalau dia sakit ibunya tidak tidur semalaman menggendongnya. Jika Tuhan berkenan lagi, ia akan bertumbuh menjadi kanak-kanak yang suka bermain bahkan kadang-kadang mencemaskan orang tuanya. Jika Tuhan berkenan ia akan menjadi remaja yang penuh angan dan cita bahkan ia mulai merasakan getaran hati yang ia tidak mengerti saat ia melihat lawan jenisnya. Ia senang tetapi kadang ibunya menangis karena ia sudah bisa melawan, batasan waktu yang diberikan ia anggap sebagai penjara yang sangat mengikat. Jika Tuhan berkenan ia akan mulai tumbuh menjadi pemuda, menikah, melahirkan anak, menkadi setengah baya, menjadi tua, mulai sakit-sakitan dan ia harus mengalah dan berkata, "Aku ingin pulang." Kisah itupun tidak semua orang menjalaninya. Terkadang Tuhan memanggil manusia lebih cepat dari biasanya. Hidup memang hanya sementara dan suatu saat, cepat atau lambat, akan berakhir. Sayang sekali bahwa sedikit orang memikirkan fakta ini dengan serius. Banyak yang sadar atau tidak sadar berpikir bahwa akhir dari segalanya adalah kehidupan dunia sehingga orientasi hidupnya seluruhnya di tunjukan kepada bagaimana menikmati hidup ini sepuas-puasnya. Mencari kekayaan, pangkat, kedudukan dan ketenaran sekalipun dalam pencarian itu ia merampas hak hidup orang lain. Kalaupun manusia teringat kepada Tuhan dan melakukan sesuatu yang baik, tidak jarang ia melakukan dan mengukurnya dengan ukuran dunia sementara. Jika dengan ketaatan usahanya berhasil, studi anaknya sukses, kesehatannya terpelihara, maka ia berkata sungguh Tuhan Hidup. Tetapi jika dalam ketaatanya yang terjadi adalah usahanya di jarah orang, anak-anaknya gagal dan ia menderita dalam kesakitan, tidak jarang ia bertanya apakah sungguh Tuhan ada? Kita tidak boleh menutup mata bahwa sekarang ini Tuhan menempatkan kita dalam situasi lingkungan hidup yang penuh dengan ketidakpastian. Hari ini engkau pergi ke gereja memakai mobil mewah bersama dengan anggota keluargamu, tetapi besok mobilmu telah di bakar orang dan engkau tdak lagi bersama orang-orang yang engkau kasihi karena mereka telah meninggalkanmu. Jika engkau takut dan mersa hal ini yang menynggung perasaanmu karena seakan-akan mengharapkan suatu yang jelek akan terjadi, itu sangat baik, supaya engkau sadar bahwa engkau harus siap dengan kemungkinan yang paling jelek akan terjadi dalam hidupmu. Hidup ini bagaikan rumput yang pagi kelihatan segar, tetapi sore sudah kering, lisut,dan layu. Pastikanlah engkau punya keyakinan jika badai kekeringan itu datang engkau punya sandara yaitu Yesus Sang Juru Selamat!!! "Jam kehidupan kita hanya diputar sekali, dan tidak seorangpun sanggup mengatakan kapan jarum jam ini berhenti. Cepat atau Lambat? Sekaranglah satu-satunya waktu yang anda miliki; manfaatkanlah hidup ini. milikilah cinta kasih Tuhan; bekerjalah sungguh-sungguh dan berserah pada-Nya.Janganlah mengandalkan hari esok, karena setiap saat jarum jam itu dapat berhenti."(Yohanes 9:4)

"Jalan Kebenaran"

"Saat kalian menangkap para kafir itu, pukuli mereka! Allah akan senang," Zahid memberi mereka semangat. Kerumunan yang terdiri dari pria-pria muda, kaum muda dari rumah ibadahnya, mengayunkan tongkat dan pipa besi dan bersorak dalam kesepakatan. Ia merasa dalam keadaan baik-baik saja sebagai seorang petinggi agama yang masih muda. Dan ia merasa orang tuanya akan bangga. Dalam beberapa menit, ia dan teman-temannya menyisiri jalan-jalan desa dan mencari orang-orang Kristen untuk dijebak. Zahid memiliki garis keturunan yang membanggakan di Pakistan. Ayah dan abangnya merupakan petinggi agama dan Zahid telah mengikuti jejak mereka. Setelah ditugaskan di rumah ibadahnya untuk pertama kalinya, kebencian Zahid terhadap orang Kristen mulai tampak dan ia mulai mengumpulkan para pengikutnya untuk menentang mereka. Pemerintahannya makin lama makin terpengaruh oleh salah satu hukum agama yang menuntut kematian bagi siapa pun yang didapati bersalah karena penghujatan atas nabi dan kitab suci mereka. Saat kegilaan mereka memuncak, Zahid memimpin kelompoknya ke jalan-jalan, dan tidak diperlukan waktu yang lama sampai mereka menemukan sekelompok orang Kristen muda untuk diserang, pada saat dikejar salah satu dari antara mereka menjatuhkan Alkitabnya. Seorang anggota kelompok Zahid memungut Alkitabnya dan membukanya untuk merobek-robek halamannya. Zahid senantiasa memberitahu para pengikutnya untuk membakar semua Alkitab yang telah mereka kumpulkan. Tetapi kali ini Zahid merasakan keinginan yang aneh untuk menyimpan dan mempelajarinya serta mencari kesalahan-kesalahan yang ada di dalamnya. Zahid melaporkan dalam kata-katanya sendiri apa yang terjadi karena menyimpan Alkitab itu: "Aku sedang membaca Alkitab, mencari kontradiksi-kontradiksi yang dapat kugunakan melawan iman Kristen. Tiba-tiba, sinar yang terang benderang muncul di kamarku dan aku mendengar sebuah suara memanggil namaku. Cahaya itu demikian terang, ia menerangi seluruh kamar. Suara itu bertanya, 'Zahid, mengapa kau menganiaya Aku?' Aku ketakutan. Aku tak tahu apa yang baru dilakukan. Kupikir aku sedang bermimpi. Aku bertanya, 'Siapakah engkau?' Aku mendengar, 'Akulah jalan, kebenaran, dan hidup.' Selama tiga hari berikutnya cahaya dan suara itu kembali. Akhirnya, pada malam keempat, aku berlutut dan menerima Yesus sebagai Juru Selamatku." Kebencian Zahid tiba-tiba lenyap. Ia ingin membagikan Yesus kepada siapa pun yang ia kenal. Ia pergi kepada anggota-anggota keluarganya dan mereka yang berada di rumah ibadah dan memberitahukan apa yang telah terjadi kepadanya selama empat malam terakhir kepada mereka. Keluarga dan teman-temannya berbalik menentangnya, ia ditangkap oleh yang berwajib. Berdasarkan ajaran agamanya terdahulu, Zahid kini dianggap sebagai orang yang murtad, seorang pengkhianat bagi agama, dan dianggap seorang penjahat. Zahid ditempatkan di dalam penjara selama dua tahun, dia disiksa berulang-ulang. Satu waktu, mereka mencabut kuku-kukunya dalam upaya mematahkan imannya; mereka mengikat rambutnya pada kipas angin di langit-langit dan membiarkannya tergantung di sana. "Walaupun aku menderita amat hebat dalam tangan penangkap-penangkapku, aku tidak menyimpan kepahitan terhadap mereka. Aku juga pernah membenci orang-orang Kristen. Menurut hukum agamaku dulu, aku harus dieksekusi dengan cara digantung." "Mereka berusaha memaksaku untuk menarik kembali imanku dari Yesus. Tetapi aku tidak dapat menyangkal Yesus. Nabi agamaku dulu tidak pernah mengunjungiku; Yesus pernah dan aku tahu bahwa Dia adalah kebenaran. Aku hanya berdoa bagi para penjaga, berharap bahwa mereka juga akan mengenal Yesus." Pada hari Zahid akan digantung, ia tidak takut akan kematian saat mereka datang untuk membawanya dari sel. Bahkan saat mereka menempatkan jeratan di sekeliling lehernya, Zahid berkhotbah mengenai Yesus kepada para penjaga dan pengeksekusinya. Ia ingin agar nafas-nafas terakhirnya di bumi dipergunakan untuk memberitakan kepada rekan-rekan bahwa Yesus adalah "jalan, kebenaran, dan hidup". Zahid berdiri dengan siap untuk menghadap Juruselamatnya. Tiba-tiba, suara-suara keras terdengar di ruangan luar. Para penjaga bergegas memberitahu bahwa persidangan telah mengeluarkan perintah untuk membebaskan Zahid, menyatakan bahwa tidak terdapat cukup bukti untuk mengeksekusinya. Hingga hari ini, tak seorang pun tahu mengapa Zahid tiba-tiba diizinkan untuk pergi dengan bebas. Zahid mengganti namanya menjadi Lazarus, merasa bahwa ia pun telah dibangkitkan dari kematian. Ia berkelana ke desa-desa di sekitar rumahnya menyaksikan kelepasannya yang ajaib dari kematian. Mereka melihat kesungguhan Zahid dan menerimanya ke dalam keluarga besar Kristen.

"Saat memberi saat menerima"

Saat engkau meneguhkan hati sahabatmu yang berada dalam ketakutan, sebenarnya engkau pun sedang menerima ketakutannya. Saat ketakutannya engkau terima, saat itulah juga, engkau mengganti ketakutannya dengan keberanianmu. Saat isterimu mengandung anakmu, isterimu memberi makan janin itu lewat tali pusar dalam rahimnya; selama dalam kandungannya itulah, sebagai suami isteri, kalian sebenarnya menerima seorang manusia yang sudah pasrah total untuk diperlakukan apapun juga: mau serius dicintai, dirawat ataupun tidak! Itulah caranya seorang bayi dalam kandungan ibunya mencintai ibu dan ayahnya, bukan dengan memberi tapi menerima apapun perlakuan orang tuanya. Saat engkau memberikan uang belanja kepada isterimu, saat itu jugalah engkau sebenarnya menerima kerendahan hati isterimu untuk diberi nafkah hidup. Saat engkau merawat suami, isteri dan anak-anakmu yang sedang sakit, saat itulah juga engkau belajar menerima keterbatasan kesehatan mereka, sehingga engkaupun belajar kerepotan agar hidup tetap berlangsung. Saat engkau marah kepada anak-anakmu, saat itu juga engkau menerima telinga anak-anakmu untuk mendengarkan kata-katamu dengan penuh kesabaran, walaupun menyakitkan sekalipun. Saat engkau marah kepada pasangan hidupmu, dan karena itu dia diam, saat itu jugalah engkau menerima kesediaannya menerima kata-kata kasar, mungkin pedas, dan menyakitkan, sampai pasanganmu tidak sanggup untuk membalasnya. Saat engkau dendam kepada orang serumah, sampai engkau tidak mau berbicara dengan mereka; saat-saat itulah engkau sebenarnya menerima kegelisahan mereka karena merasa tidak lagi dipercaya! Saat engkau mengampuni pasangan hidupmu dan anak-anakmu setelah konflik akibat berbagai macam masalah, saat itu jugalah engkau menerima kegembiraan mereka karena masih dipercaya walaupun telah berbuat salah! Saat engkau percaya pada saudaramu, bahkan menaruh harapan bahwa saudaramu dapat berkembang meski dia itu rapuh; saat itulah sebenarnya engkau menerima kerapuhannya menjadi milikmu, dan engkau memberikan harapanmu sehingga berkobar dalam hatinya! Saat engkau memberi harapan kepada saudaramu, saat itu jugalah engkau melepaskan kacamata hitammu yang lama dan engkau mengganti dengan "kacamata baru" dari saudaramu. Saat itu jugalah engkau mengawali usaha untuk mengampuninya. Saat Tuhan mengampunimu, saat itu jugalah engkau menerima kehendak bebas dari-Nya agar engkau merasa sungguh dipercaya untuk menentukan keputusanmu demi kepentingan- Nya, yakni kepentingan untuk mengasihi sesama seperti Ia mengasihi. Saat engkau diampuni oleh Tuhan, saat itu pulalah dengan tulus, Tuhan menerima akibat dosa kita, agar hati kita ditukar dengan hati-Nya. Karena itu semoga hati kita tidak hanya menjadi seperti Hati Kristus yang mahakudus, melainkan akan "menjadi hati-Nya"! Saat Kristus menjadi "jantung hati"-mu, saat itu jugalah Kristus menempatkan dirimu pada "Jantung Hati-Nya"

"Kuasa yang disempurnakan"

"Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku." kuasa yang disempurnakanJika hari ini hidup anda masih relatif jauh dari masalah dengan perjalanan hidup yang juga relatif stabil dan baik-baik saja, bersyukurlah. Karena saya sudah berjumpa dengan banyak orang yang mengalami begitu banyak pengalmaan pahit di masa lalu yang sedemikian rupa sudah merusak percaya diri mereka. Sedikit saja kena lagi, mereka bisa hancur berantakan. Bagaikan tumpukan balok rapuh, tersenggol sedikit saja sudah ambruk. Semua ini karena masalah yang telah menggerogoti hidup mereka sejak lama. Ada pula yang tengah dihantam masalah dari segala penjuru, bertubi-tubi sehingga mental mereka pun menjadi lemah dan remuk. Sungguh, semakin jauh saya melayani, saya semakin melihat bahwa ada begitu banyak masalah kompleks, rumit yang sepertinya tidak punya jalan keluar jika kita pandang dengan mata manusia. Ada begitu banyak orang yang butuh pertolongan. Jangankan pertolongan, untuk didengar saja sudah sulit bukan main bagi mereka. Tidak mudah untuk membantu mereka, karena seringkali kepahitan itu sudah membatu dan sulit untuk dihancurkan dalam waktu singkat. Saya masih melanjutkan tulisan-tulisan kemarin mengenai betapa lemahnya manusia. Memandang ke atas, itu merupakan obat terbaik yang bisa melepaskan kita dari kepungan dari pengaruh negatif yang ada di sekeliling kita, termasuk luka-luka masa lalu dan sebagainya. Untuk melakukan ini pun tidaklah mudah, karena dalam banyak kasus kerak kepahitan itu sudah sangat keras menutupi hati. Hal ini bisa dialami siapa saja. Terkadang kita tidak lagi punya kekuatan untuk mengatasi masalah, sehingga tergoda untuk menyerah kalah. Pada saat seperti itu kekuatan manusia kita berakhir. Kita memang terbatas, dan kita telah berusaha sampai kepada batas tertinggi kemampuan kita. Tapi toh masalah tidak juga selesai. Mari kita lihat sedikit kisah Paulus dan para rasul lainnya di awal pelayanan mereka. Tidak mudah dan penuh bahaya. Ancaman pembunuhan dan penyiksaan selalu mereka hadapi kemanapun mereka pergi. Pada suatu kali ketika tengah melayani di Listra, Paulus sempat hampir mati. Ketika itu orang-orang Yahudi yang datang dari Antiokhia dan Ikonium berhasil menghasut warga di Listra sehingga mereka pun melempari Paulus dengan batu dan menyeretnya ke luar kota. "Tetapi datanglah orang-orang Yahudi dari Antiokhia dan Ikonium dan mereka membujuk orang banyak itu memihak mereka. Lalu mereka melempari Paulus dengan batu dan menyeretnya ke luar kota, karena mereka menyangka, bahwa ia telah mati." (Kisah Para Rasul 14:19). Dikatakan mereka menyeret tubuhnya setelah dihajar ramai-ramai. Meski tidak disebutkan dengan jelas, sepertinya Paulus sudah babak belur penuh luka. Pada saat itu kekuatan manusiawi Paulus sudah berakhir. Dia sama sekali tidak berdaya lagi, bahkan sampai dikira telah mati. Dia diseret dan dibuang, ditinggalkan di luar kota Listra. Habislah kekuatan manusia Paulus. Tapi apa yang kemudian terjadi? "Akan tetapi ketika murid-murid itu berdiri mengelilingi dia, bangkitlah ia lalu masuk ke dalam kota. Keesokan harinya berangkatlah ia bersama-sama dengan Barnabas ke Derbe." (ay 20). Lihat, ketika kekuatan manusia selesai, mukjizat Tuhan datang. Tidak tahu apakah Paulus sudah mati atau belum pada waktu itu, tapi yang pasti Tuhan ternyata membangkitkan dan menyembuhkannya setelah para murid lain mengelilingi dan mendoakannya. Dengan kata lain, ketika Paulus tidak mempunyai cukup kekuatan manusiawi untuk mengatasi kesulitannya, kuasa Tuhan yang mengerjakan mukjizat ternyata cukup baginya. Kuasa Tuhan membuatnya menjadi pemenang walaupun dia sendiri adalah manusia sama seperti kita yang lemah. Seperti tidak terjadi apa-apa, ia bisa langsung masuk ke dalam kota dan keesokan harinya ia sudah bisa melanjutkan perjalanan bersama Barnabas menuju Derbe. "Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku." (2 Korintus 12:9). Tuhan mengingatkan Paulus untuk menyadari bahwa sesungguhnya kasih karunia Tuhan itu cukup adanya. Paulus dan kita memang lemah, tapi justru dalam kelemahan itulah kuasa Tuhan menjadi sempurna. Pada saat kita lemah itulah sebenarnya kuasa Tuhan akan segera disempurnakan dalam diri kita. Kita terbatas, tapi Tuhan tidak. Jika kita mengakui bahwa kita ini manusia yang terbatas dan lemah, dan memutuskan untuk bergantung kepada Tuhan ketimbang mengandalkan kekuatan diri sendiri, maka Tuhan yang tidak terbatas itu akan bekerja hingga kuasaNya menjadi sempurna atas kita. Karena alasan itulah Paulus mampu berkata "Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat." (ay 10). Apakah hari ini anda tengah mengalami krisis? Apakah luka masa lalu terus menyiksa diri anda, merantai kaki anda sehingga tidak bisa melangkah maju? Apakah anda sakit dan obat-obatan sepertinya gagal untuk menyembuhkan anda? Apakah anda tengah terjepit dalam masalah keuangan? Apakah anda merasa gagal melihat keluarga anda berantakan? Apakah kebiasaan buruk anda telah mengikat anda begitu erat? Apakah anda merasa telah mengerahkan seluruh kemampuan tapi belum juga ada hasil yang dicapai? Jangan patah semangat, melainkan bersukacitalah, karena ketika kekuatan manusiawi berakhir, kuasa Tuhan justru menjadi sempurna atas kita! Tuhan Yesus berkata, "Jangan takut, percaya saja!" (Markus 5:36). Ini berbicara mengenai iman yang teguh yang mampu percaya bahwa kemustahilan itu tidak terdapat dalam kamus Tuhan. Jika memang sulit untuk merubah pola pikir dan pandangan kita dengan kemampuan sendiri, ingatlah bahwa sosok Penolong telah dikaruniakan pula kepada kita. Ada kuasa Roh Kudus yang bisa memampukan kita mengubah pandangan, lepas dari belenggu luka masa lalu dan bisa mengalami pemulihan citra diri. Mungkin kita lemah dan tidak mampu, tapi Roh Kuduslah yang akan memampukan. Roh Kudus akan selalu melimpahkan kita dalam pengharapan sehingga tidak lekas menyerah. "Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan." (Roma 15:13). Dan ketika kita menerima kuasa Roh Kudus inilah kita akan mampu menjadi kesaksian bagi semua orang, tentang bagaimana kuasa Tuhan mampu menuntaskan hal yang paling mustahil sekalipun di mata manusia. "Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." (Kisah Para Rasul 1:8). Kata "kuasa" dalam versi bahasa Inggris dirinci menjadi "ability, efficiency and might". Kemampuan, efisiensi dan kekuatan. Semua ini sangatlah berguna bagi kita untuk lepas dari beban, dan itu telah disediakan oleh Roh Kudus. Karenanya, apapun masalah yang tengah menimpa anda hari ini, sejauh manapun citra diri anda telah rusak akibat goresan luka masa lalu dan pengalaman pahit, bangkitlah dan percayalah saja! Anugerah Tuhan sesungguhnya cukup bagi anda.

"Di Berkati untuk memberkati"

Ayat bacaan: Lukas 8:2-3 ============ ========= "dan juga beberapa orang perempuan yang telah disembuhkan dari roh-roh jahat atau berbagai penyakit, yaitu Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat, Yohana isteri Khuza bendahara Herodes, Susana dan banyak perempuan lain. Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka." diberkati untuk memberkatiMemang ada banyak artis yang bagaikan kacang lupa kulit. Tenar sedikit saja, perilakunya berubah dan menjadi angkuh. Dalam dunia media yang saya jalani, saya mendapatkan banyak kisah dari para kuli tinta lainnya atau para promotor mengenai perilaku artis-artis yang bisa begitu menjengkelkan. Tapi tidak semua artis punya perilaku negatif. Di antara mereka yang tersesat akibat glamor dan popularitas yang mereka alami, masih banyak pula yang rindu untuk terus memberkati dan melayani. Ada yang aktif di berbagai bidang. Menyumbangkan uangnya untuk riset-riset medis, membuat berbagai foundation, aktif di bidang sosial atau kegiatan kemanusiaan, lingkungan hidup, atau tetap aktif dalam pelayanan. Dalam perjalanan saya menekuni salah satu karir di bidang media, puji Tuhan, saya masih mendapati banyak artis yang punya komitmen tinggi untuk memberkati sesamanya. Artinya mereka sadar betul bahwa berkat berlimpah yang mereka terima dari Tuhan bukanlah sesuatu yang bisa mereka simpan sendiri saja, melainkan harus dipakai untuk memberkati sesamanya pula. Menjadi saluran berkat. Tidak perlu takut untuk itu, karena Tuhan sanggup memberkati lebih lagi kepada orang-orang yang selalu memegang prinsip teguh dan memiliki kerinduan untuk memberkati orang lain. Saya sendiri juga mengalami itu semua. Kesimpulan saya adalah seperti ini: ketika kita memberi dengan niat tulus, dimana Tuhan dipermuliakan dan bukan dengan motivasi-motivasi yang salah, tidak ada yang berkurang ketika kita memberi berkat, malah yang ada kita akan ditambahkan lebih, lebih dan lebih lagi. Hari ini mari kita lihat sepenggal kisah mengenai para wanita yang melayani Yesus. Dalam Lukas 8:1-3 kita bisa melihat bahwa dalam perjalanan Yesus dan kedua belas murid-muridNya berkeliling dari kota ke kota dan desa ke desa dalam pelayananNya, mereka juga disertai oleh beberapa orang wanita yang pernah mengalami mukjizat kesembuhan. Maria Magdalena yang pernah disembuhkan dari tujuh roh jahat/setan (ini ditegaskan lagi pada Markus 16:9), Yohana istri bendahara Herodes, Susana dan banyak perempuan lain. Di dalam Lukas 3, ditulis mengenai keterlibatan mereka disana, yaitu: "Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka." (Lukas 8:3). Para wanita ini adalah orang-orang yang telah diselamatkan, dan tampaknya mereka juga diberkati dengan kekayaan. Tapi lihatlah bahwa mereka tidak menjadi lupa diri, mereka bukan termasuk kategori kacang yang lupa kulit. Mereka melayani bersama-sama dengan Yesus, dan mempergunakan kekayaan mereka untuk melayani dan memberkati sesama. Saya yakin mereka sadar betul bahwa Tuhan sanggup memberkati secara berlimpah, dan mereka tidak akan kekurangan meskipun mereka mempergunakan harta kekayaan mereka untuk memberkati orang lain. Mereka sadar betul, Tuhan memberkati mereka agar dapat menjadi berkat bagi sesamanya. Sudahkah kita memiliki kerinduan untuk memberkati orang lain lewat apa yang kita miliki? Harta, talenta, ilmu, apapun itu yang berasal dari Tuhan bisa kita pergunakan untuk memberkati orang lain. Tidak ada gunanya bersikap pelit. Dalam Lukas 6 kita membaca demikian: "Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu." (Lukas 6:38). Dalam Amsal kita baca demikian: "Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan. Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum." (Amsal 11:24-25). Dalam kesempatan lain, Yesus berkata: "Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir sajapun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya." (Matius 10:42). Lihatlah bahwa Tuhan selalu menekankan pentingnya membagi berkat kepada orang lain. Apa yang Dia berikan kepada kita, bukanlah untuk kita simpan sendiri, namun haruslah dipakai untuk bisa memberkati sesama kita, siapapun mereka. Saat ini, sejauh mana kita telah mempergunakan berkat yang telah kita terima dari Tuhan? Tidak akan ada pemberian yang kita lakukan dengan tulus didasari kerinduan dan cinta kita pada Tuhan akan berakhir sia-sia. Tidak peduli berapapun yang bisa anda berikan saat ini, sekalipun sangat kecil jumlahnya, namun semua itu sangatlah berharga di mata Tuhan. Tuhan selalu sanggup mencukupkan, bahkan memberkati berkelimpahan. Ketika kita memberi, kita akan diberi. Ketika kita memberi minum, kita akan diberi minum. Ketika kita banyak menabur berkat, kita akan menuai kelimpahan. Paulus mengingatkan hal ini juga. "Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima." (Kisah Para Rasul 20:35). Jangan pernah merasa bosan untuk memberkati, karena Tuhan pun tidak pernah merasa bosan untuk memberkati anda. Jangan jemu untuk menjadi berkat bagi sesama manusia

"Tuhan sumber Berkat"

“Ayo, hai semua orang yang haus, marilah dan minumlah air, dan hai orang yang tidak mempunyai uang, marilah! Terimalah gandum tanpa uang pembeli dan makanlah, juga anggur dan susu tanpa bayaran!” Yesaya 55:1 Pertolongan bersumber dari Tuhan; inisiatif untuk memberi pengharapan datang dari Tuhan juga, dan bagian manusia adalah meresponsnya. Dalam ayat pertama dikatakan ”Ayo...” yang artinya suatu ajakan atau undangan untuk kita semua, sebab Tuhan sangat memperhatikan kebutuhan hidup kita. Tuhan tahu ketika kita dalam keadaan kekurangan. Oleh karena itu Tuhan memberikan semua itu dengan cuma-cuma alias gratis. Banyak orang tidak mengerti rahasia untuk meraih berkat-berkat Tuhan tersebut sehingga mereka mencoba mencari pertolongan dan pengharapan di luar Tuhan. Padahal pertolongan dan pengharapan dari dunia ini hanya bersifat semu. Seringkali manusia berpikir bahwa harta kekayaan, pangkat dan kepandaian dapat mengatasi masalah dalam hidup ini. Tuhan jelas menyatakan, ”...di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.” (Yohanes 15:5b). Ingat, kekuatan manusia itu ada batasnya dan semua harta benda yang kita miliki di dunia ini bisa habis lenyap dalam sekejap mata karena ”...di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya.” (Matius 6:19b). Tetapi dalam Tuhan kita akan mendapatkan berkat dan jaminan hidup yang tidak dimiliki orang-orang di luar Dia. Yesus sendiri berkata, ”Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” (Yohanes 10:10b). Ada pun kunci untuk dapat menikmati berkat-berkat Tuhan adalah: 1. Kita harus memiliki telinga yang senantiasa dengar-dengaran akan firmanNya (Yesaya 55:3). Kita harus mau melangkah untuk melakukan kehendak Tuhan (hidup dalam ketaatan). ”Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firmanKu tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.” (Yohanes 15:7). 2. Kita harus mencari Tuhan dan selalu berharap padaNya (Yesaya 55:6). Kita harus membangun kekariban dengan Tuhan, serta mempercayakan hidup ini sepenuhnya kepadaNya, bukan kepada yang lain. Apa pun yang kita perlukan, Tuhan pasti sanggup menyediakan, asal kita mau mengerjakan bagian kita

"Hidup yang penuh Harapan"

Tiba-tiba pintu ruang bersalin terbuka. Seorang dokter dengan pakaian khusus keluar. "Istri Anda dalam keadaan baik. Namun sayang keadaan bayinya membahayakan jiwa istri Anda. Ada satu hal yang harus Anda putuskan, keselamatan istri Anda atau bayinya. Saya tahu hal ini sulit, namun kami telah berusaha sekuat mungkin. Akhirnya kami harus menemui Anda, sebab keputusan Anda amat menentukan. Jika Anda sudah siap, silahkan kami dihubungi dan menandatangani formulir ini", setelah berkata demikian dokter tersebut memeluk bahu pria yang diajak bicara. Sorot matanya di balik kaca mata yang tebal memberi semangat pada pria yang tubuhnya gemetar. Rata Penuh Pria yang sedari tadi gelisah, sekarang bertambah gemetar setelah menerima berita yang meluncur dari mulut dokter yang memeluknya. Wajahnya jadi pucat seperti mayat. Butiran keringat dingin sebesar kacang kedelai bermunculan di dahinya. Mulutnya menganga, lidahnya kelu. Matanya nanar. Setelah berusaha menelan ludahnya, ia berusaha mengeluarkan kata-kata. "Dokkkkter, .....mmm. bbberi kesempatan saaaya untuk berdoa". Kepala dokter tersebut menggangguk, tanda setuju. Ruangan tunggu kelahiran bayi malam itu sepi menggigit, sinar lampunya nampak pudar. Suasana saat itu bisu dingin menutupi tembok sekeliling ruangan itu. Pria itu kemudian tertunduk. Wajahnya ditenggelamkan atas kedua telapak tangannya yang menopangnya. Suara tangis tertahan bercampur kepedihan dan rasa takut menimbulkan suara yang keluar dari mulutnya seperti suara berguman, tidak jelas. Suasa kembali sunyi . Kemudian ia perlahan bangkit, berjalan menuju perawat yang berdiri menunggunya. "Suster, katakan kepada dokter, istri saya perlu diselamatkan, sedapat-dapatnya selamatkan juga anak saya. Saya telah melihat harapan." Suster itu hanya menggangguk, kemudian menyodorkan sehelai lembaran formulir. Setelah ditandatangani. Ia kembali menunggu. Persalinan berlangsung sulit. Dokter berupaya mengeluarkan bayi dari dalam rahim wanita yang sudah mulai kehabisan tenaga. Dengan alat khusus, dokter tersebut mengupayakan kepala sang bayi dapat keluar terlebih dahulu. Namun tiba-tiba, crot.., darah segar muncrat disertai bola mata yang masih terikat ototnya keluar mengelantung, baru kemudian kepala bayi. Merasa berpacu dengan waktu, dokter makin berusaha keras untuk mengeluarkan seluruh tubuh bayi itu. Bunyi gemeretak tulang rawan bayi yang patah karena proses tersebut. Akhirnya, tubuh bayi yang mirip seonggok daging tersebut utuh keluar dari dalam rahim. Persalinanpun berjalan sampai tuntas. Dokter segera memerintahkan seorang perawat agar membersihkan tubuh bayi tersebut dan segera dimasukkan kantong mayat. Namun Tuhan yang mendengar doa bertindak lain. Tubuh bayi yang masih berlumuran darah dibersihkan terlebih dahulu oleh perawat. Saat tangan sang perawat membersihkan tubuh bayi di bagian dada sebelah kiri, nampak denyut jantung yang lemah. Tanda kehidupan. Rupanya denyut yang lemah terlihat oleh sang perawat tersebut. Segera bayi tersebut di kirim ke ruang khusus. Empat tahun kemudian, bayi itu tumbuh menjadi seorang anak mirip monster hidup. Ia di beri nama William Cutts. Jika bayi normal, diusia sebelas tahun telah belajar berjalan, tidak demikian dengan William Cutts. Ia baru belajar merangkak seperti anjing. Kepala bagian kanan agak besar, matanya yang kanan rusak berat, tidak mungkin bisa melihat. Bahunya miring. Menjelang remaja, jalannya miring seperti tiang hampir roboh. Dan kata dokter, otaknya tak akan sanggup berkembang alias tidak mungkin bisa belajar seperti manusia normal. Sudut pandang dokter rupanya beda dengan kedua orang tuanya, mereka melihat harapan. Orangtuanya terus membesarkannya dengan penuh kasih sayang. "Kelak anakku akan dipakai Tuhan secara luar biasa, sebab aku yakin harapan itu ada", demikian doa kedua orangtuanya, setiap kali melihat William Cutts yang selalu kesulitan dengan menyelaraskan jalannya dengan bahunya. Tuhanpun mewujudkan harapan anak-anakNya. Tepat pada waktuNya, William Cutts bersimpuh di kaki- Nya, satu ayat yang dipegangnya yang menjadi dasar panggilannya, "Justru di dalam kelemahan kuasa-Ku menjadi sempurna", II Korintus 12: 9. Inilah sumber pengharapan baginya. Tuhan tidak pernah menyia-nyiakan orang yang berharap kepada-Nya. Tuhan pun membuktikan janjiNya. Apa yang tidak dipandang oleh dunia, dipakai Allah secara luar biasa. Dengan segala keterbatasannya, William Cutts maju untuk taat. Harapan demi harapan terkuak setelah ia taat melangkah. Setelah menyelesaikan sarjananya di sekolah theologia, ia menjadi utusan misi ke Irian Jaya, Indonesia. Tuhan meneguhkan janjiNya, dalam kelemahan kuasa-Nyata nyata. Tiap langkah pelayanan William Cutts, Tuhan meneguhkan dengan mujizat-Nya. Semua ini diawali dengan orang yang melihat harapan dan mempercayai harapan di dalam Yesus itu pasti ada dan tidak pernah sia-sia. William Cutts telah menyaksikan apa makna hidup di dalam pengharapan yang berlimpah di dalam Kristus! Sesungguhnya harapan di dalam Kristus itu, adalah; Harapan selalu memperlihatkan pada orang percaya bahwa di ujung jalan yang gelap ada terang. Harapan selalu dapat menopang kehidupan orang percaya yang telah patah semangat dan tak berdaya. Harapan selalu memberikan peluang, kemungkinan dan kepastian ada pemulihan kembali saat kehidupan dirasa seperti buluh yang patah atau sumbu hanya tinggal asap. Jadi harapan itu selalu memberikan kehidupan, semangat, gairah dan kesegaran baru. Dan .. Orang yang berharap kepada Tuhan tak pernah dibiarkan malu tersipu-sipu! Harapan yang Tuhan Yesus berikan bukan harapan seperti yang Anda dipikirkan atau dunia tawarkan. Harapan di dalam Kristus bukan harapan yang terbatas, tidak pasti dan bersifat temporer. Harapan di dalam Kristus adalah harapan yang melimpah, pasti, dan berlimpah bak sungai. Harapan yang demikian selalu ada di dalam diri orang percaya. Dan harapan itu amat nyata secara khusus bagi orang-orang percaya yang mengalami berbagai-bagai dukacita karena pencobaan (ay. 6). Jika demikian mengapa Anda berkata , "tidak ada harapan bagiku?" Ambillah selangkah lagi, lihat tangan-Nya terbuka siap memeluk Anda.

"Cacing Tanah"

Baca: Bilangan 3:20-38 Ayat Mas: Dan kepada anggota-anggota tubuh yang menurut pemandangan kita kurang terhormat, kita berikan penghormatan khusus. Dan terhadap anggota-anggota kita yang tidak elok, kita berikan perhatian khusus. 1 Korintus 12:23 Bacaan Alkitab Setahun: Yakobus 1-2 Manakah yang paling mulia di antara anjing, sapi, dan cacing tanah? Sebagian mungkin memilih anjing karena pengabdiannya. Sebagian lagi mungkin memilih sapi karena kegunaannya. Sedangkan untuk cacing tanah, saya rasa tidak banyak yang akan memilihnya. Namun, kalau kita mau berpikir lebih dalam, sebetulnya kita berutang banyak kepada cacing. Cacing membantu mengubah sampah menjadi pupuk. Cacing juga menggemburkan tanah, sehingga bisa ditumbuhi tumbuh-tumbuhan. Bahkan, ada yang berkata bahwa tanpa cacing tanah, akan ada krisis pangan yang besar di dunia ini. Demikianlah, tidak ada satu komponen pun di alam yang tidak berguna. Bahkan yang tampak remeh pun ternyata sangat esensial. Hal yang sama juga berlaku dalam struktur umat Allah, seperti yang tertulis dalam perikop Alkitab hari ini. Masing-masing kelompok orang Lewi memiliki tugasnya sendiri. Ada yang bertugas mengurusi tenda, perabotan, bahan bangunan, maupun tempat kudus Kemah Pertemuan. Semuanya sama pentingnya dan harus dihargai. Sebab, kalau satu dari mereka tidak menjalankan tugasnya, maka peribadatan Israel bisa berantakan. Fakta ini bisa kita tarik ke kehidupan ber gereja, bahkan kepada masyarakat umum. Setiap kita memiliki perannya masing-masing, dan semuanya sama pentingnya. Karena itu, tidak perlu merasa rendah diri kalau kita memiliki peran yang sering dianggap remeh. Dan jangan menjadi sombong dan meremehkan orang lain kalau kita memiliki peran yang sering dianggap mulia. Sebab, tanpa salah satu dari peran tersebut, gereja dan masyarakat akan berantakan.

"Lepaskan Pegangan Anda"

Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Amsal 3:5 Suatu hari, Kerry Shook, penulis buku "One Month to Live" mengajak putranya bermain ke taman. Begitu sampai di taman, putranya Josh langsung berlari ke arah permainan yang paling di sukainya, sebuah palang untuk bergantung. "Tolong angkat aku untuk bergantung di palang ini," demikian pintanya pada sang Ayah. Kerry lalu mangangkatnya, dan tangan kecil Josh langsung berpegang erat pada palang tersebut tanpa dipegang lagi oleh ayahnya. Kaki kecilnya bergantung sekitar 5 kaki di atas tanah, dan Josh terlihat begitu bangga bisa kuat bergantung disana. Sekitar beberapa menit kemudian, dia mulai lelah dan meminta di turunkan. "Ayah, tolong turunkan saya." Ayahnya menjawab,"Josh, lepaskan saja peganganmu dan aku akan menangkapmu." Terlihat segurat keraguan di wajahnya, dia berkata,"Tidak, turunkan aku." Kembali Kerry berkata,"Josh, jika kamu lepaskan peganganmu, aku akan menangkapmu." "Tidak, turunkan aku." "Josh, aku mencintaimu. Aku janji, aku akan menangkapmu." Bagi Kerry ini adalah kesempatan untuk mengajar Josh bahwa dia bisa mempercayai ayahnya. Josh hanya perlu melepaskan pegangan pada palang itu, dan ayahnya akan menangkapnya. Tetapi pria kecil itu bertahan dengan seluruh kekuatannya bergantung di palang itu. Dia berpegangan hingga tangannya mulai kelelahan dan tidak bisa bertahan lagi. Akhirnya dia lepaskan pegangannya dan dia ditangkap oleh ayahnya. Sebuah senyum mengembang diwajahnya, dia diturunkan ke tanah oleh ayahnya dan langsung berlari untuk bermain ayunan. Pelajaran untuk Josh telah selesai, namun ayahnya, Kerry tiba-tiba mendengar suara Tuhan dengan jelas yang berbicara kepadanya. Seperti itulah hubunganmu denganKu. Kamu sering berpegangan dengan suatu keputusasaan pada palang kehidupanmu, coba melakukan sesuatu dengan kekuatanmu sendiri. Kamu mengalami pergumulan yang tiada akhir, mencoba mengendalikan semua situasi. Kamu bertahan dan berpikir bahwa tidak ada orang yang akan menangkapmu sehingga kamu pikir lebih baik kamu bertahan di palang tersebut dan mempererat pegangan. Ketika kamu lelah bergantung, dan tanganmu mulai lemah, Aku berkata, "Lepaskan pegangan, dan Aku akan menangkapmu. Lepaskan peganganmu. Aku janji, Aku mencintaimu dan akan menangkapmu. Seringkali kita mencoba mengerjakan segala sesuatu dengan kekuatan kita sendiri, berpikir sebaiknya kita kekiri, ketika Tuhan berkata ke kanan. Hari ini Dia berkata, "Aku membentukmu dengan tanganKu sendiri. Aku menciptakanmu dengan sebuah tujuan, dan Aku mati untuk menebusmu. Mengapa kamu tidak bisa mempercayaiKu? Aku memberikan hidupKu untukmu. Aku Tuhan atas alam semesta ini. Kamu hanya perlu melepas peganganmu, dan Aku akan menangkapmu." Bapa sorgawi ingin Anda dan saya untuk mempercayainya. Jika Anda berkeras untuk mengendalikan keadaan Anda sendiri, berjuang dengan kekuatan Anda sendiri, merencakan apa yang baik menurut pikiran Anda sendiri, Anda akan kelelahan. Anda akan kehabisan daya. Ini adalah saatnya Anda mengambil sebuah resiko untuk melepaskan pegangan Anda. Ini saatnya untuk mengalami kuasa Tuhan bagaimana Dia menyatakan mukjizatnya dalam hidup Anda bahkan pada bagian-bagian yang tidak pernah Anda pikirkan sebelumnya. Mempercayai Tuhan membutuhkan keberanian, hal itu di butuhkan iman. Namun mempercayai Tuhan tidak akan pernah merugikan. Memang, jantung Anda akan sedikit deg-degan, tapi percayalah Dia selalu tepat waktu dan tidak mungkin meleset untuk menangkap Anda. Waktu Tuhan selalu indah, dan Dia dapat dipercaya.

"Sebuah Pengorbanan"

Berkorban rasanya hal yang paling sulit dilakukan, terkadang berkorban bukan hanya harta, tapi perasaan. Harta bisa dicari tapi perasaan mudah luka dan terkadang membekas sampai selamanya. Apakah saat ini anda merasa harus memilih salah satu diantara dua, sehingga salah satu harus ada yg dikorbankan, ataukah anda dihadapkan pada hal yg anda kasihi dan harus anda lepaskan, artinya berkorban. Dan kenapa seringkali hal yang harus kita korbankan itu adalah hal yang paling penting dalam hidup kita? Jawabannya adalah karena kalau kita berkorban hal yang tidak penting, bisa dikatakan itu bukan berkorban namanya, itu hal biasa saja. Jadi, ketika kita harus berkorban, apakah kita harus melakukannya? Saya pernah membaca cerita sebuah kisah nyata mengenai seorang wanita yang sedang hamil. Ia adalah salah seorang aktifis yg menentang adanya aborsi. Ternyata ia sendiri dihadapkan pada keadaan yg mengharuskan dirinya mengaborsi kandungannya, sebab bayinya didiagonsa memiliki ketahanan tubuh yang rapuh, jika anak itu dilahirkan, umurnya hanya 2 hari saja. Dan bukan hanya itu saja, ada resiko yang akan mengakibatkan kematian si ibu kalau dia melahirkan anak tsb. Dokter menyarankan ia untuk mengugurkan kandungannya. Ia merasa terjepit diantara keadaan bahwa ia adalah seorang penentang aborsi sementara nyawanya terancam kalau ia tidak mengaborsi anak tsb. Namun ia berdoa dan ia mengambil suatu keputusan bahwa ia akan melahirkan anaknya. Ia berkata bahwa anak itu layak untuk hidup walaupun hidupnya hanya sebentar. Suaminya pasrah dan menerima keputusan tsb. Akhirnya ketika bayi itu lahir, ibunya meninggal. Pengorbanan si ibu ternyata tidak sia-sia, anak itu ternyata bertahan hidup selama 2 minggu dan ketika anak bayi itu meninggal, ia mendonorkan ginjal dan jantungnya untuk 2 nyawa bayi lain yang terancam meninggal. Ibu itu mengorbankan dirinya, agar bayi tersebut bisa menghidupkan nyawa bayi-bayi lain. Ternyata dalam suatu pengorbanan yg harus kita pilih, Tuhan memiliki rencanaNya sendiri, hanya tinggal maukah kita menjalaninya, maukah kita mengorbankan harta kita, perasaan kita, bahkan nyawa kita sekalipun? Untuk sesuatu yang lebih besar. Maka ketika kita dihadapkan kepada pengorbanan, berdoalah kepada Tuhan, apakah yang menjadi kehendakNya, seperti ketika Abraham harus mengorbankan anak tercintanya, Ishak. Ketika Abraham pasrah kepada Tuhan dan ia mengorbankan anaknya, Allah memberikan berkat berlimpah-limpah dan berkali-kali lipat kepadanya. Jika Allah melakukan hal yang sama kepada Abraham, maka Ia-pun pasti akan melakukan hal yang sama kepada kita anak-anakNya juga. "Dalam pengorbanan, ada rencana Tuhan yang amat besar. Maukah kita berkorban untuk sesuatu yang akan kita dapatkan lebih besar?"

"Pasti Bisa"

Seorang pemain gelandang University of Louisiville bermimpi ingin menjadi pemain football yang profesional. tetapi sayang waktu udah di wisuda ternyata tidak ada satupun klub yang berniat menawarinya masuk dalam tim mereka. Anak muda ini tidak menyerah begitu saja, dia lalu mencoba mengirim lamaran ke beberapa tim dan akhirnya dapat juga kesempatan dicoba di Pittsburgh Steelers. Tapi sekalipun dia udah coba sekeras mungkin, dia akhirnya tetap ditolak juga. Banyak dari teman-temannya bilang, " Kamu tuh sial banget yach! Tempat kamu bukan di sini kali! Udah gantung sepatu aja! Tetapi dia tetap nekat masuk ke klub lain, kirim lamaran, tapi lagi-lagi dia tetap tidak berhasil. Kebanyakan orang ketika mengalami gagal berkali-kali terus menyerah, namun anak muda ini tetap tidak menyerah. Dia tahu betul bagaimana kemampuannya dan meyakini bahwa suatu saat pasti impiannya menjadi kenyataan. Dia tetap sabar, tekun, terus latihan dan berusaha meraih kesempatan. Pada suatu saat, dia mendapat undangan untuk dicoba di Tim Baltimore dan.... dia berhasil mencetak tiga gol berturut-turut. Sejak saat itu, kariernya melesat dan dia tercatat menjadi pemain gelandang terbaik yang pernah main di NFL, dialah Johnny Unitas. Karena kegigihan, kesabaran, ketekunan, kemauan untuk terus berlatih, dan sikap optimis, sang pemuda yang berulang kali ditolak, malah menjadi pemain terbaik di NFL. Di dalam Tuhan, sebenarnya kita bisa meraih semua mimpi-mimpi kita. Terkadang yang membuat kita gagal itu sebenarnya adalah diri kita sendiri, bukan kegagalannya. Kalau kita fokus pada sasaran mimpi kita dan punya keyakinan kalo kita bisa, pasti suatu saat mimpi kita akan menjadi kenyataan. Tidak semua kesuksesan itu diraih dengan cara mudah dan instan. Jatuh bangun sewaktu membangun mimpi adalah hal biasa. Hanya orang yang tidak berhenti untuk mencoba yang suatu saat bakal meraih impiannya. Andalkan Tuhan, bulatkan tekad, dan jangan berhenti untuk terus mencoba, maka suatu saat pasti kesempatan emas terbuka untuk meraih impian. " Janganlah kecut dan tawar hati, sebab Tuhan Allahmu, menyertai engkau kemanapun engkau pergi. " ( Yosua 1 : 9 )

"Akibat keangkuhan"

"Sekalipun engkau terbang tinggi seperti burung rajawali, bahkan, sekalipun sarangmu ditempatkan di antara bintang-bintang, dari sanapun Aku akan menurunkan engkau, --demikianlah firman TUHAN." Obaja 4 Nama Obaja berarti pelayan Allah. Ia mendapatkan penglihatan dari Tuhan tentang keberadaan bangsa Edom. Obaja mendengar kabar dari Tuhan bahwa Dia telah mengirim seorang utusan untuk datang ke tengah-tengah bangsa tersebut dengan tujuan untuk memeranginya. Mengapa demikian? Edom secara geografis merupakan negeri yang sangat strategis, kuat, terlindung, sehingga bangsa lain tidak mudah menyerangnya. Karena merasa 'di atas angin' inilah bangsa Edom menjadi angkuh. Orang-rang Edom sangat membanggakan dirinya dan berpikir tak kan ada bangsa lain yang mampu menandingi dan mengalahkannya, seperti tertulis, "Keangkuhan hatimu telah memperdayakan engkau, ya engkau yang tinggal di liang-liang batu, di tempat kediamanmu yang tinggi; engkau yang berkata dalam hatimu: 'Siapakah yang sanggup menurunkan aku ke bumi?'" (ayat 3). Mereka lupa satu hal: "Allah menentang orang yang congkak,..." (Yakobus 4:6b). Suatu bangsa bisa menjadi besar, kuat dan juga berlimpah dengan kekayaan alam (makmur) adalah karena campur tangan Tuhan. Bila mengandalkan kekuatan sendiri mustahil hal itu terwujud. Jadi yang berkuasa meninggikan atau mengangkat suat bansa adalah Tuhan saja. Pemazmur berkata, "tangan kanan TUHAN berkuasa meninggikan, tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan!" (Mazmur 118:16), dan "...direndahkanNya yang satu dan ditinggikanNya yang lain." (Mazmur 75:8b). Begitu juga kehidupan kita. Keberhasilan, karir yang menanjak, studi yang berhasil datau harta kekayaan kita adalah anugerah Tuhan saja. Tidak seharusnya kita membanggakan diri dan menjadi angkuh. Ingat! "Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan." (Amsal 16:18). Jika bukan Tuhan tak mungkin kita dapat mempertahankan keadaan kita. Yang kita miliki hari ini belum tentu esok masih ada. Tanpa Tuhan kekayaan dan kejayaan dengan sekejap dapat lenyap. "Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya." 1 Petrus 5:6

"Aku Bisa"

Ayat bacaan: 1 Samuel 17:26 ======================= "Lalu berkatalah Daud kepada orang-orang yang berdiri di dekatnya:" Apakah yang akan dilakukan kepada orang yang mengalahkan orang Filistin itu dan yang menghindarkan cemooh dari Israel? Siapakah orang Filistin yang tak bersunat ini, sampai ia berani mencemoohkan barisan dari pada Allah yang hidup? " tidak ada Yang Mustahil, aku bisa Chester Floyd Carlson pada mulanya adalah seorang patena hak Pengacara. Bermula dari kesulitan-kesulitannya dalam Bekerja, dimana ia harus menyalin dan mengetik ulang semua hak yang didaftarkan patena kepadanya, ia mulai Berpikir untuk mencari alternatif yang lebih baik, yang mampu membuatnya Bekerja dengan lebih cepat, lebih efektif dan efisien. Mengetik ulang semuanya tentunya menyita waktu, memakai karbon kopi atau dikenal juga dengan "basah copy" pada saat itu pun rasanya masih Membuang banyak waktu. Carlson Berpikir seperti ini: "Saya pikir kemungkinan untuk membuat sebuah penemuan bisa membunuh dua burung dengan satu batu; ini akan menjadi kesempatan untuk melakukan dunia yang baik dan juga kesempatan untuk melakukan sendiri beberapa baik." Carlson Berpikir jauh lebih luas daripada kepentingannya sendiri. Di satu sisi ia Berpikir untuk meringankan dan mempercepat kerjanya, di sisi lain dia ingin membuat sesuatu yang berguna bagi dunia. Percobaan dan dengan serangkaian usaha, Kemudian ia pun berhasil membuat sebuah mesin fotokopi pada tahun 1937. Bertahun-tahun ia gagal dalam memasarkan produknya. Beberapa perusahaan besar seperti IBM saat itu atau US Army Signal Corps pun ternyata tidak berminat, karena menurut Carlson penemuan mereka itu tidak bakal laku di pasaran. Tapi Carlson tidak putus asa. Akhirnya pada tahun ke Delapan dari usahanya, sebuah perusahaan bernama Perusahaan haloid tertarik, dan itulah yang menjadi awal dari Terbentuknya Xerox, mesin fotokopi yang hingga hari ini masih menjadi jaminan mutu. Bagaimana Carlson Jika punya pribadi yang gampang menyerah? mungkin hari ini kita masih harus menyalin segala sesuatunya dengan mempergunakan masih manual atau cetak karbon yang basah dan gampang luntur. Karena tidak gampang patah semangatnya, kita pun bisa menikmati fasilitas yang begitu banyak kita meringankan dan menghemat waktu. Beribu-ribu tahun sebelumnya kisah yang kurang lebih sama pernah terjadi. Pada saat itu ada seorang raksasa bernama Goliat, yang tingginya saja sudah menyeramkan, kira-kira tiga meter. Dia adalah jagoan dari kelompok tentara Falistin, yang dilengkapi pula dengan baju perang dan senjata dari tembaga berupa lembing. Mata tombaknya saja seberat 7 kilogram, ditambah sebuah perisai. Jika ia tidaklah mengherankan Memandang rendah bangsa israel yang kecil-kecil dengan peralatan perang yang tidak selengkap dirinya. "Ia berdiri dan berseru kepada barisan Israel, katanya kepada mereka:" Mengapa kamu keluar untuk Mengatur barisan perangmu? Bukankah aku seorang Filistin dan kamu adalah hamba Saul? Pilihlah bagimu seorang, dan Biarlah ia turun mendapatkan daku. "(1 Samuel 17:8). Mendengar itu, ketakutanlah Saul dan prajuritnya. (Ay 11). Pada saat itu terdapatlah Daud, seorang bocah yang sehari-hari kerjanya hanya menggembalakan domba ayahnya. Berbeda dengan reaksi prajurit-prajurit dewasa, ternyata Daud tidak gentar, dan Merasa terbakar Mendengar ejekan demi ejekan yang dilontarkan Goliat. Sontak ia berkata "Lalu berkatalah Daud kepada orang-orang yang berdiri di dekatnya:" Apakah yang akan dilakukan kepada orang yang mengalahkan orang Filistin itu dan yang menghindarkan cemooh dari Israel? Siapakah orang Filistin yang tak bersunat ini, sampai ia berani mencemoohkan barisan dari pada Allah yang hidup? "(Ay 26). Prajurit perang saja takut, berani-beraninya anak kecil ini bicara begitu? Tidak ada yang percaya, termasuk Saul." Tetapi Saul berkata kepada Daud: "Tidak mungkin engkau dapat Menghadapi orang Filistin itu untuk melawan dia, sebab engkau masih muda, sedang dia sejak dari masa mudanya telah menjadi prajurit." (ay 33). Tidak hanya dari pihak israel, tapi dari pihak Filistin Goliat pun dan mengejeknya. "Orang Filistin itu berkata kepada Daud:" Anjingkah aku, maka aku mendatangi engkau dengan Tongkat? "Lalu demi para allahnya orang Filistin itu mengutuki Daud." (ay 43). Apakah Daud omong besar dan menyombongkan diri? Sama sekali bukan. Kita lihat Daud menjawab Saul sebagai berikut "Pula kata Daud:" TUHAN yang telah Melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang, Dia juga akan Melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu. "(Ay 37). Dan kepada Goliat, Daud berkata" Engkau mendatangi aku dengan pedang dan Tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu. "(ay 45). Daud yakin karena ia percaya Bahwa Tuhan ada besertanya. Jika Tuhan telah Berkali-kali Melepaskan untuk kuasaNya Menyatakan Daud dari hewan-hewan buas dan pembohong yang ingin memangsa ternaknya, maka untuk Menghadapi Goliat Tuhan pun pasti bisa. Ini iman Daud kecil. Kita tahu apa yang terjadi sesudahnya. gemilang Daud mengalahkan Goliat dengan hanya berbekal satu batu dan ketapel. (Ay 50). Mengatasi rintangan, mengatasi kemustahilan, ini bukanlah omong kosong dan bisa terjadi kepada Siapapun, termasuk kita, apabila kita melibatkan Tuhan di dalamnya. "Aku tidak bisa?" Mungkin ya, tapi bersama Tuhan Seharusnya kalimat itu diganti dengan "Aku Bisa!". Sepanjang sejarah kekristenan Bahkan hingga hari ini kita menyaksikan sendiri bagaimana Tuhan sanggup mukjizat Bekerja melewati batas kemampuan Nalar atau logika manusia. "Sebab bagi Allah tidak ada yang Mustahil" (Lukas 1:37), dan dengan demikian "Tidak ada yang Mustahil bagi orang yang percaya!" (Markus 9:23). Ini berlaku bagi Siapapun yang percaya, termasuk anda dan saya. Karena itu tidak ada alasan bagi kita untuk menyerah dalam Menghadapi masalah, terus tenggelam dalam kegagalan dan sulit untuk maju, Terikat dalam berbagai trauma yang membuat kita tidak berani mencoba untuk bangkit. Kita boleh saja gagal, orang boleh saja mencemooh kita, namun itu bukanlah akhir dari segalanya. Kita tidak boleh menyerah dan kehilangan Pengharapan. Penulis Amsal berkata "Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali, tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana." (Amsal 24:16) Agar tidak gampang patah Ketika Menghadapi proses, lakukanlah itu semua dengan mata yang tertuju pada Yesus (Ibrani 12:2) dan "Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang -orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa. " (ay 3). Apapun yang tantangan atau hambatan yang saat ini kita Hadapi, Hadapilah dengan semangat tinggi dan iman yang kuat. Bersama Tuhan, apa yang tidak bisa bagi pandangan dunia akan menjadi nyata. Saat ini mungkin semuanya terlihat tidak mungkin, saat ini mungkin kita sudah lelah disepelekan, tapi Percayalah Bahwa Tuhan mampu membuat perkara-perkara besar dalam hidup anda. Karena baginya, tidak ada Yang Mustahil. Mengatasi kemungkinan menjadi mungkin bila Allah berdiam di dalam diri.

"Upah Kesetiaan"

Seekor anjing bernama Dasher dengan setia menemani bocah cilik berusia 4 tahun bernama Millie Kwast yang tinggal di GlenRock, sebuah stasiun di kawasan penghasil anggur, Hunter Valley di utara Sidney. Suatu ketika Millie tersesat saat ia berjalan bersam anjingnya itu, ia lantas berlindung di balik semak dan memeluk anjingnya agar tetap hangat di malam hari. Millie ditemukan seorang teman keluarganya, tengah duduk dalam parit yang berjarak 2 km dai rumahnya. Sepanjang bertahan 24 jam, Millie mengaku melihat beberapa kangguru dan helikopter kuning, dan ia juga mendengar namanya dipanggil-panggil. Hal yang mengagumkan adalah, Millie selamat tanpa luka sedikitpun. Begitu setianya sang anjing menemani tuannya, bahkan sampai saat yang tidak mengenakkan. Bagaimanakah kesetiaan kita terhadap Tuhan dan sesama? Kalau anjing saja bisa setia kepada tuannya, masakan kita tidak bisa setia? Kesetiaan merupakan sifat ilahi di dalam diri orang percaya dan merupakan buah dari pekerjaan Roh dalam diri orang percaya. Jika kita mencerminkan sifat-sifat kesetiaan dalam hidup kita, maka itu berarti kita hidup di dalam Roh Kudus.Jika kita setia, maka kesetiaan akan memimpin kita dalam mengiring dan melayani-Nya, kendatipun kesulitan dan kesukaran mewarnai hidup. Tuhan mencari orang-orang yang berlaku setia. Tidak sekadar setia kepada sesama, tetapi terlebih kepada Tuhan. Berlakulah setia kepada sesama juga pada Dia sampai kapanpun. Kesetiaan sejati adalah kesetiaan yang mampu bertahan sekalipun di dalam pelaksanaannya banyak mengalami rintangan dan tantangan. Tuhan berjanji bahwa bagi orang-orang yang setia, Dia akan memberikan upah atas kesetiaan kita dan akan membrikan kita Mahkota Kehidupan. Kesetiaan harus diwujudkan dalam tindakan dan ketulusan bukan sekadar teori belaka. " Sifat yang diinginkan pada seseorang ialah kesetiaannya." ( Amsal 19 : 22 )

"Mengampuni dan Melupakan"

“Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?” Matius 18:21 Jika disuruh memilih antara mengampuni atau membalas kejahatan seseorang, banyak orang pasti akan lebih memilih melakukan pembalasan terhadap kejahatan yang dilakukan orang lain. Jika ini dilakukan orang yang dunia, kita maklum. Namun bagi orang Kristen mengampuni adalah sebuah keharusan (wajib), bukan pilihan. Mengapa demikian? Sesungguhnya oleh karena pengampunan Tuhan bagi kitalah yang memungkinkan kita dapat mengampuni orang lain. Tertulis demikian: “...dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya,.. . Tuhan telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian.” (Yesaya 53:5-6). Hukuman dosa yang seharusnya kita tanggung telah dibayar penuh oleh Yesus Kristus di kayu salib. Murka Allah ditimpakan kepadaNya, Dialah yang menggantikan tempat kita. Darah Yesus membasuh dan menyucikan kita dari dosa. Ketika ada kesalahan atau kejahatan dilakukan oleh pihak lain, kitalah yang harus berinisiatif terlebih dulu untuk mengampuni mereka. Sebagaimana Allah di dalam Kristus Yesus telah mengampuni kita, hendaklah kita juga punya hati yang mau mengampuni kesalahan orang lain. “Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan. Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni,” (Efesus 4:31-32a). Bagaimana kita bisa melakukannya? Pertama, kita harus memusatkan pikiran kita sepenuhnya kepada pengampunan yang telah Tuhan kerjakan bagi kita. Renungkan betapa besar rahmat yang sudah dilimpahkan Tuhan kepada kita seperti kata Daud, “Pujilah Tuhan, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikanNya! Dia yang mengampuni segala kesalahanmu,” (Mazmur 103:2-3a). Kedua, selesaikan dengan jujur semua kemarahan yang kita rasakan terhadap orang lain, lalu melupakannya. Memang tidak mudah! Namun Tuhan akan tolong. Mengampuni tanpa melupakan itu seumpama kasih yang bersyarat, namanya bukan pengampunan !