Jumat, 27 November 2009
"Tak ada hal lain, kecuali masalah"
Pada malam hari tahun 1993, Norman Vincent Peale, penulis buku terlaris, The Power of positive thinking, meninggal dunia usia 95 tahun. Dia meninggal di kediamannya dikelilingi oleh cinta, kedamaian dan kasih sayang.
Norman Vincent Peale pantas menerimanya. Ajaran yang positif sebagai pendeta yang membawa kedamaian dan kepercayaan yang baru untuk generasi, berkat khotbah-khotbahnya, pidatonya, acaranya di radio dan di bukunya menyadarkan kita, bahwa kita bertanggung jawab atas kondisi kita saat ini. Karena dia merasa bahwa Tuhan tidak membuat sesuatu yang tidak buruk Norman mengingatkan kita bahwa kita memepunyai dua pilihan setiap pagi ketika kita bangun. Kita bisa memilih nyaman tentang diri sendiri atau merasa kacau. Saya masih bisa mendengar Norman berteriak nyaring,"Mengapa Anda memilih yang kedua?"
Saya bertemu pertama kali dengan Norman pada bulan Juli 1986, Larry Hughes-Presiden perusahaan penerbitan saya, Wiliam Morrow & Co., menyarankan kami untuk menulis buku mengenai etika bersama-sama. Kami mempunyai usul tersebut, dan dua tahun berkerja sama dengan Norman dalam penulisan 'The Power of Ethical Management' merupakan salah satu kegembiraan terbesar yang pernah saya alami sepanjang hidup saya.
Sejak pertemuan pertama tersebut, Norman sangat mepengaruhi kehidupan saya. Dia selalu berkata bahwa orang yang berfikir positif, karena mereka tidak takut menghadapi masalah. Nyatanya Norman tidak mengaggap masalah sebagai sesuatu yang negatif dan harus dihilangkan dengan segera, melainkan sebagai tanda kehidupan. Untuk memberikan contoh mengenai hal itu, di bawah ini ada salah satu kisah favoritnya, kisah yang sering saya ceritakan dalam presentasi-presentasi saya.
Saya sedang berjalan ketika saya melihat teman saya, George, mendekat. Tampak dari wajahnya yang sarat dengan beban kalau dia tidak merasa bahagia dan bersemangat, suatu cara halus mengatakan bahwa George sedang kacau pikirannya.
Tentu saja saya bertanya kepadanya."Apa kabar, George?" Meskipun saya hanya basa-basi. George menanggapi pertanyaan saya dengan serius selama 15 menit dia memberitahu sya betapa susah dia Semakin banyak dia cerita, semakin sedih hati saya.
Akhirnya saya berkaa kepada."George, saya ikut sedih melihatmu dalam keadaan tertekan seperti ini. Mengapa kamu bisa seperti ini?" Dia menceritakan semuanya kepada saya. "Ini karena masalah-masalah saya," katanya. "Masalah.... tak ada hal lain, kecuali masalah! Saya muak dengan semua masalah itu. Jika kau dapat menghilangkan semua masalah saya, saya akan menyumbangkan $ 5.000 untuk yayasan amal kasih kesayanganmu.
Bagus, saya tidak akan pernah mengabaikan tawaran semacam itu. Lalu saya melakukan meditasi, merenung dan memikirkan masalah tersebut dan menemukan sebuah pemecahan yang saya pikir sangat bagus. Saya berkata," Kemarin saya pergi ketempat tinggal ribuan orang. Sejauh yang saya ketahui, tak seorang pun dari mereka yang mempunyai masalah. Kau ongin pergi kesana?"
"Kapan kita bisa pergi? Kedengaranya tempat itu cocok untukku!" kata George. "Jika demikian George, "saya berkata, "saya akan dengan senang hati mengajakmu ke pemakaman Woodlawn, karena setahu saya, satu-satunya orag yang tak punya masalah adalah orang mati!"
Saya suka kisah itu. Kisah itu benar-benar meletakkan kehidupan dalam perspektifnya. Saya mendengar Norman beberapa kali,"Jika anda tidak mempunyai masalah sama sekali, saya peringatkan Anda, Anda berada dalam bahaya besar! Anda akan mati dan Anda tidak mengetahuinya! Jika anda tidak tidak percaya Anda punya masalah, saya sarankan Anda agar Anda berlari dari tempat Anda sekarang, masuk mobil dan pulang ke rumah secepat dan seaman mungkin, masuk ke dalam rumah lalu langsung ke kamar tidur dan bantinglah pintu. Kemudian berlututlah dan berdoa,"Apa yang terjadi Tuhan? Apakah engkau tidak mempercayai aku lagi? Berilah aku masalah!"
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar