Jumat, 27 November 2009
"Hari Ini dan Besok...???"
Pernahkah Anda renungkan kemana hidup Anda pada akhirnya? Ketika lahir bayi kecil manusia menangis sementara Ayah Ibunya bahagia. Jika Tuhan berkenan maka bayi itu bertumbuh menjadi anak-anak kecil yang lucu yang kadang-kadang kalau dia sakit ibunya tidak tidur semalaman menggendongnya. Jika Tuhan berkenan lagi, ia akan bertumbuh menjadi kanak-kanak yang suka bermain bahkan kadang-kadang mencemaskan orang tuanya. Jika Tuhan berkenan ia akan menjadi remaja yang penuh angan dan cita bahkan ia mulai merasakan getaran hati yang ia tidak mengerti saat ia melihat lawan jenisnya. Ia senang tetapi kadang ibunya menangis karena ia sudah bisa melawan, batasan waktu yang diberikan ia anggap sebagai penjara yang sangat mengikat. Jika Tuhan berkenan ia akan mulai tumbuh menjadi pemuda, menikah, melahirkan anak, menkadi setengah baya, menjadi tua, mulai sakit-sakitan dan ia harus mengalah dan berkata, "Aku ingin pulang." Kisah itupun tidak semua orang menjalaninya. Terkadang Tuhan memanggil manusia lebih cepat dari biasanya.
Hidup memang hanya sementara dan suatu saat, cepat atau lambat, akan berakhir. Sayang sekali bahwa sedikit orang memikirkan fakta ini dengan serius. Banyak yang sadar atau tidak sadar berpikir bahwa akhir dari segalanya adalah kehidupan dunia sehingga orientasi hidupnya seluruhnya di tunjukan kepada bagaimana menikmati hidup ini sepuas-puasnya. Mencari kekayaan, pangkat, kedudukan dan ketenaran sekalipun dalam pencarian itu ia merampas hak hidup orang lain. Kalaupun manusia teringat kepada Tuhan dan melakukan sesuatu yang baik, tidak jarang ia melakukan dan mengukurnya dengan ukuran dunia sementara. Jika dengan ketaatan usahanya berhasil, studi anaknya sukses, kesehatannya terpelihara, maka ia berkata sungguh Tuhan Hidup. Tetapi jika dalam ketaatanya yang terjadi adalah usahanya di jarah orang, anak-anaknya gagal dan ia menderita dalam kesakitan, tidak jarang ia bertanya apakah sungguh Tuhan ada?
Kita tidak boleh menutup mata bahwa sekarang ini Tuhan menempatkan kita dalam situasi lingkungan hidup yang penuh dengan ketidakpastian. Hari ini engkau pergi ke gereja memakai mobil mewah bersama dengan anggota keluargamu, tetapi besok mobilmu telah di bakar orang dan engkau tdak lagi bersama orang-orang yang engkau kasihi karena mereka telah meninggalkanmu. Jika engkau takut dan mersa hal ini yang menynggung perasaanmu karena seakan-akan mengharapkan suatu yang jelek akan terjadi, itu sangat baik, supaya engkau sadar bahwa engkau harus siap dengan kemungkinan yang paling jelek akan terjadi dalam hidupmu. Hidup ini bagaikan rumput yang pagi kelihatan segar, tetapi sore sudah kering, lisut,dan layu. Pastikanlah engkau punya keyakinan jika badai kekeringan itu datang engkau punya sandara yaitu Yesus Sang Juru Selamat!!!
"Jam kehidupan kita hanya diputar sekali, dan tidak seorangpun sanggup mengatakan kapan jarum jam ini berhenti. Cepat atau Lambat? Sekaranglah satu-satunya waktu yang anda miliki; manfaatkanlah hidup ini. milikilah cinta kasih Tuhan; bekerjalah sungguh-sungguh dan berserah pada-Nya.Janganlah mengandalkan hari esok, karena setiap saat jarum jam itu dapat berhenti."(Yohanes 9:4)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar