Powered By Blogger

Jumat, 27 November 2009

"KITA SEMUA ADALAH TEMPAYAN RETAK''

Seorang tukang air di India memiliki dua tempayan besar; masing-masing bergantung pada kedua ujung sebuah pikulan, yang dibawahnya menyilang pada bahunya. Satu tempayan itu sudah retak, sedangkan satu tempayan lagi tidak. Jika tempayan yang tidak retak itu selalu membawa air penuh setelah perjalana panjang dari mata air ke rumah majikanya, tempayan itu retak hanya dapat membawa air setengah penuh. Selama dua tahun, hal ini terjadi setiap hari. Si tukang air hanya dapat membawa satu setengah tempayan air kerumah majikanya. Tentu saja si tempayan yang tidak retak itu merasa bangga akan prestasinya, karena dapat menunaikan tugasnya dengan sempurna. Namun si tempayan yang malang itu merasa malu sekali akan ketidak sempurnaannya dan merasa sedih sebab ia hanya dapat memberikan setengah dari porsinya yang seharusnya dapat di berikannya. Setelah dua tahun tertekan oleh kegagalan pahit ini, tempayan retak itu berkata kapada tukang air, "Saya sungguh malu pada diri saya sendiri, dan saya ingin mohon maaf kepadamu.' "Kenapa?" tanya si tukang air. "Kenapa kamu merasamalu?" "Saya hanya mampu, selama dua tahun ini, membawa setengah porsi air dari yang seharusnya dapat saya bawa. Karena adanya retakan pada sisi saya telah membuat air yang saya bocor sepanjang jalan menuju rumah majikan kita. Karena cacatku itu, saya telah membuatmu rugi," kata tempayan itu. Si tukang air merasa kasihan pada si tempayan retak, dan dalam belas kasihanya, ia berkata, "Jika kita kembali kerumah majikan kita besok,aku ingin kamu memperhatikan bunga-bunga indah sepanjang jalan." Benar, ketika mereka naik ke bukit, si tempayan retak memperhatikan dan baru menyadari bahwa ada bung-bunga indah di sisi sepanjang jalan, dan itu membuatnya sedikit terhibur. Namun pada akhir perjalanan, ai kembali sedih karena separuh air yang di bawahnya telah bocor, dan kembali tempayan retak itu meminta maaf pada si tukang air atas ke gagalannya. Si tukang air itu berkata kepada tempayan itu, " Apa kamu memperhatikan adanya bunga-bunga di sepanjang sisi jalan di sisimu tapi tidak ada bunga di sepanjang sisi tempayan yang lain yang tidak retak itu? Itu karena aku selalu menyadari akan cacatmu dan aku memanfaatkanya, Aku telah menanam benih-benih bunga di sepanjang sisi jalan di sisi mu, dan setiap hari jika kita berjalan pulang dari mata air, kamu mengairi benih-benih itu. Selama dua tahun ini aku telah dapat memetik bunga indah ini untuk menghias meja majikan kita. Tanpa kamu sebagaimana kamu ada, majikan kita tak akan menghiasi rumahnya se indah sekarang." Setiap dari kita memiliki cacat dan kekurangan kita sendiri. "Kita semua adalah tempayan retak. Namun jika kita mau, Tuhan Yesus akan menggunakan kekurangan kita untuk menghiasi meja Bapa-Nya. Di mata Tuhan yang bijaksana, tak ada yang terbuang percuma. Jangan takut akn kekuranganmu. Kenalilah kelemahanmu dan kamu dapat menjadi sarana keindahan Tuhan. Ketahuilah, di dalam kelemahan kita, kita menemukan kekuatan kita!"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar